Nostalgia: Baik Atau Buruk?

Hampir semua orang pernah bernostalgia. Ketika sebuah lagu usang diputar, kita sanggup teringat dengan momen masa kemudian sembari bergumam lirik lagunya. Terkadang, kita juga tertawa sendiri lantaran kenangan lucu dikala mendengarkannya.

Di waktu yang berbeda, kau juga mungkin pernah bernostalgia di tengah perjalanan yang sedang dilakukan. Teringat dengan perjalanan sebelumnya, entah di dalam kereta, mobil, ataupun kapal. Teringat kisah yang menyenangkan atau malah pahit didalamnya.

Bernostalgia merupakan pecahan dalam kehidupan dan berafiliasi dengan kejadian masa kemudian yang pernah dialami manusia. Ada yang bilang, “jangan terjebak dengan nostalgia”. Hal ini disebabkan insan hanya akan berfokus pada masa lalunya dan sulit untuk melanjutkan kehidupan sekarang. Akan tetapi, tidak selamanya nostalgia itu  jelek dan menyebabkan seseorang terjebak di masa lalunya.

Dua Kategori Nostalgia

Svetlana Boym menjelaskan ada dua kategori nostalgia, yaitu restoratif dan reflektif. Ketika seseorang mencoba menghidupkan kembali momen masa kemudian di masa sekarang, maka nostalgia yang dialaminya yaitu restoratif. Sementara itu, ketika seseorang mendapatkan kenyataan bahwa masa kemudian yaitu kejadian dulu yang tidak sanggup ditarik kembali, maka nostalgia yang dialaminya yaitu reflektif.

Restoratif mengarah pada rasa kerinduan yang menyakitkan dan tak terbalaskan pada diri seseorang. Sikap restoratif ini menciptakan insan harus berhadapan dengan kenyataan bahwa waktu berjalan hanya dalam satu arah dan insan tidak akan pernah sanggup kembali ke masa lalu.

Di sisi lain, reflektif mengarahkan insan untuk mendapatkan masa kemudian yang tidak akan pernah kembali lagi. Dengan bersikap menyerupai ini, insan akan menghargai kenangan masa kemudian apa adanya dan menikmati kesenangan dari kenangan tersebut, tanpa berfokus pada kenyataan bahwa kita tidak akan pernah sanggup menghidupkan kembali kenangan itu pada waktunya.

Penjelasan di atas memberikan ada yang berbeda dalam menyikapi nostalgia. Perbedaan perilaku ini akan memilih apakah kebahagiaan di masa lampau akan membangkitkan perasaan senang atau murung di masa sekarang. Selain itu, akan mengarahkan pada baik atau buruknya nostalgia yang dialami manusia.

Dampak Baik Nostalgia

Sebuah artikel menyampaikan, bernostalgia sanggup menetralkan kesepian, kebosanan, dan kecemasan. Selain itu, menciptakan seseorang menjadi lebih gemar memberi dan toleran terhadap orang lain.

Meskipun ada perasaan murung dan sakit dalam sebuah nostalgia, ada pengaruh baik pula yang dirasakan oleh manusia. Dampaknya yaitu seseorang memandang hidupnya lebih bermakna dan mengurangi rasa takut akan kematian.

Manusia setidaknya bernostalgia satu ahad sekali. Hampir setengahnya bernostalgia tiga hingga empat kali seminggu. Seringkali, nostalgia dialami ketika merasa kesepian atau kejadian tidak menyenangkan lainnya.

Selain itu, dongeng nostalgia tidak melulu ihwal kebahagian. Kenangan yang ada kadang tercampur dengan kesedihan di dalamnya, menyerupai merasa kehilangan. Meskipun begitu, seseorang sanggup merasa lebih baik dengan mengenang ingatan lamanya. Emosi positif yang muncul akan lebih banyak dibandingkan emosi negatif.

Sedikides menyampaikan, seringkali dongeng nostalgia dimulai dengan tidak baik atau masalah. Kemudian, dongeng itu cenderung berakhir dengan baik dengan dukungan orang terdekat yang ada di dekatmu. Dengan kehadiran orang terdekat, kau mencicipi kepemilikan serta korelasi yang kuat.

Routledge juga mengemukakan, bernostalgia mempunyai fungsi eksistensial yang penting. Fungsi eksistensial yang dimaksud yaitu terbawanya pikiran kita ke dalam kenangan yang meyakinkan bahwa kita yaitu orang yang berharga dan mempunyai kehidupan yang berarti.

Sikapmu yang Menentukan

Saat seseorang menyikapi masa lalunya dengan tepat, maka ia akan mencicipi laba dari sebuah nostalgia. Keuntungan yang dirasakan berupa rasa senang, dihargai, serta menganggap kehidupan yang dijalani lebih berarti.

Bernostalgia layaknya sebuah selingan di tengah proses transisi kehidupan. Kenangan itu menjadi pengingat akan masa kemudian yang pernah dialami dan menjadi motivasi untuk terus melanjutkan kehidupan.

Let others know the importance of mental health !