Merasa Ingin Menyayangi Dan Dicintai Itu Normal

Tulisan ini dibentuk untuk menemani mereka yang masih belum berpasangan. Tulisan ini juga dibentuk untuk memberi pencerahan gres untuk mereka yang sudah berpasangan. Tulisan ini dibentuk untuk mereka yang sering mendapatkan curahan hati teman-teman mereka yang sedang kesepian. Tulisan ini dibentuk untuk memahami sekelumit urusan hati yang sering tidak dipahami otak yang penuh logika.

Merasa membutuhkan orang lain itu hal normal

Beberapa orang ketika ini mulai meninggalkan Instagram. Salah satu alasannya perasaan kosong yang dialami sehabis menutup aplikasi media umum berbasis foto itu. Perasaan kosong itu muncul sehabis usang menelusuri laman Instagram yang penuh dengan foto-foto senang orang lain. Entah itu foto keluarga, foto pernikahan, foto sahabat sendiri dengan pacar, dll. Semua mencerminkan kehidupan bahagia, yang belum tentu sudah dimiliki setiap orang.

Bagi mereka yang membagi foto itu, tentu maksudnya baik. Foto itu ialah wujud membuatkan kebahagiaan yang mereka rasakan pada dunia. Namun, bagi yang melihat foto tersebut, belum tentu menciptakan mereka mencicipi kebahagiaan yang sama. Bagi beberapa orang yang melihat foto tersebut dalam keadaan masih sendiri atau sedang merasa ‘marah’ dengan hidup, foto-foto tadi justru akan mengatakan perasaan sebaliknya. Perasaan kosong, sedih, sendiri, bahkan hingga berujung pada depresi.

Banyak orang merasa lelah dengan perasaan yang ia rasakan. Ketika melihat postingan senang orang lain bersama pasangan, mereka hanya sanggup kembali kesepian. Mereka merasa sangat membutuhkan orang lain. Merasa mereka ingin mencicipi apa yang dirasakan orang di foto senang tadi. Merasa ingin punya pasangan, hingga fenomena yang umum di Instagram ialah berkomentar di foto senang yang muncul. Berkomentar bahwa mereka ingin segera menikah sambil men-tag entah itu pasangan mereka sendiri atau sahabat mereka.

Curahan hati mereka yang merasa sepi

Biasanya, ketika orang-orang yang sedang merasa sepi ini curhat ke orang lain, orang lain hanya mengatakan saran yang terasa menyerupai sebuah mesin penjawab otomatis. Mengapa? Karena jawabannya niscaya sama dan selalu dirasa berat untuk dilakukan.

“Semua ada waktunya. Sabar.”

“Kamu harus beresin diri kau sendiri dulu.”

“Kamu harus melengkapi diri sendiri dulu, gres sanggup cari orang lain.”

“Hal baik memang selalu memakan waktu lama. Tunggu aja.”

Berapa banyak dari Anda yang melayani curhatan sahabat Anda yang sedang ingin punya pacar atau ingin menikah atau sedang merasa sendiri dengan tanggapan menyerupai itu?

Berapa banyak dari Anda yang merasa kesal ketika mendapatkan balasan-balasan menyerupai di atas ketika Anda rasanya sudah ingin mati dipenggal sepi?

Berapa banyak dari Anda yang merasa jawaban-jawaban tadi benar?

Berapa banyak dari Anda yang merasa jawaban tadi hanya omong kosong, yang sudah berulang kali berusaha dilakukan namun Anda tetap berada di kondisi Anda ketika ini? Merasa sepi, kosong, dan masih saja tanpa pasangan.

Harus diakui, memberi pemahaman pada mereka yang sudah akut mencicipi sepi dan sendiri itu bukanlah perkara mudah. Semua hal yang dikatakan sanggup saja jadi terasa salah, meski Anda merasa bahwa itu benar. Itu wajar. Mereka sudah merasa ‘hidup tidak adil’. Anda mungkin sudah berniat baik memberi saran untuk mereka. Namun, perlu Anda ketahui jikalau mereka mempunyai alasan menganggap semua saran Anda itu omong kosong.

Semua orang butuh seseorang

Bukankah itu kodrat insan sebagai makhluk sosial? Pada dasarnya, semua insan memang membutuhkan insan lain? Lalu, mengapa meminta orang yang sedang membutuhkan orang lain untuk harus sanggup senang dengan dirinya sendiri?

“Ada kekuatan di balik perasaan membutuhkan orang lain. Bukan kelemahan.”

-Anonim

Tidak ada yang salah dengan perasaan membutuhkan orang lain. Nyatanya, insan memang tidak diciptakan untuk hidup sendiri. Nyatanya, seseorang memang tidak sanggup merasa penuh dengan sendirinya. Hati insan terdiri dari ruang-ruang yang memang selalu meminta untuk diisi. Terkadang, logika kita mengabaikan ruang-ruang tersebut dengan menganalogikan semuanya menjadi baik baik saja selama kita masih sanggup beraktivitas untuk hidup. Padahal, mengisi ruang logika dan ruang hati sama pentingnya.

Menjadi utuh dengan sendirinya itu hal yang hampir tidak mungkin.

Menjadi senang hanya dengan dirinya sendiri itu juga bukan hal mudah.

Merasa cukup hanya dengan dirinya sendiri ialah hal yang sulit.

Dengan demikian, ketika saran Anda diangap omong kosong oleh orang yang sedang merasa sepi, merasa kesal dengan hidup yang masih membiarkannya sendirian tanpa pasangan, jangan salahkan mereka. Apa yang mereka rasakan hanya bab dari proses mereka untuk kesudahannya menerima. Menerima bahwa semesta memang mengharuskan mereka untuk melalui masa “sendirian” untuk tahu bahagianya mempunyai pasangan. Menerima bahwa ada ruang-ruang kosong yang memang harus diisi. Menerima bahwa mereka memang tidak lengkap, tidak utuh, sehingga mereka membutuhkan orang lain.

Ada senang yang memang sanggup diciptakan sendiri. Ada senang yang memang gres sanggup tercipta jikalau mewujudkannya bersama orang lain.

Yang diharapkan ialah perasaan mendapatkan bahwa memang diri kita bukan sesuatu yang tepat dan memang tidak akan sanggup sempurna. Menerima bahwa memang diri setiap orang membutuhkan diri orang lain untuk sanggup mencicipi hidup yang lebih hidup. Menerima bahwa memang diri setiap orang tidak lengkap dengan cara dan bentuknya sendiri.

Sebuah pesan

Bagi Anda yang masih sendiri ketika ini, mungkin memang berat rasanya ketika dunia ketika ini dipenuhi oleh cerita senang orang lain. Setiap hari, kita dipaksa menyaksikan kehidupan tepat orang lain padahal kita merasa kosong dengan hidup kita sendiri. Satu hal, Anda tidak sendirian mencicipi kesendirian ini. Ada banyak orang yang mencicipi sepi yang Anda rasakan. Mungkin suatu saat, Anda akan menemukan seseorang di persimpangan perjalanan sepi kalian. Kuncinya, merasa sesepi apapun Anda, kepercayaan bahwa suatu ketika Anda tidak akan sendiri lagi harus selalu ada.

Nikmati dulu semua perih sakit sunyi ini. Hingga nanti Anda tahu dan sanggup sangat menghargai bahagianya dicintai. Tidak ada yang tidak pantas untuk dicintai di dunia ini, termasuk Anda. Semua orang pantas untuk mengasihi dan dicintai.

Bagi Anda yang ketika ini sudah mempunyai pasangan, selamat. Nikmati indahnya jatuh ke dalam sebuah lubang perasaan yang banyak mengatakan warna-warni kehidupan. Untuk sekali saja dalam hidup Anda, ketika ini Anda sedang terjatuh, tetapi tidak hanya mencicipi sakit sebagaimana biasanya Anda terjatuh. Justru lewat jatuh cinta, Anda sanggup menikmati sebuah kebahagiaan yang mungkin tidak ditawarkan situasi lain dalam hidup.

Jika mendapatkan curhatan sahabat perihal kesendirian mereka, tegaskan bahwa apa yang mereka alami ialah hal yang normal. Seperti halnya Spiderman yang tetap butuh Mary Jane atau Superman yang tetap butuh Lois Lane. Semua insan butuh insan lain dan tidak pernah ada yang salah dengan itu.

 

 

Let others know the importance of mental health !