Oprah Winfrey: Melawan Kecemasan Diri

“Rasa memaafkan yang sebenarnya yaitu ketika kau sanggup mengatakan, ‘Terima kasih untuk pengalaman itu’.”-Oprah Winfrey

Siapa yang tidak mengenal Oprah Winfrey? Selebriti berdarah Afrika-Amerika ini namanya mulai melejit berkat The Oprah Winfrey’s Show, sebuah talkshow yang dipandunya. Banyak pencapaian jago yang pernah didapatnya. Namun, di balik pencapaian yang begitu menakjubkan tersebut, ternyata banyak usaha yang telah dilakukannya. Bahkan ia pernah mengalami kecemasan.

Selain memandu The Oprah Winfrey’s Show, Oprah juga berkecimpung di dunia film, baik sebagai aktris maupun produser. Berbagai penghargaan pun telah ia raih. Salah satunya yaitu mendapat Kennedy Center Honors pada tahun 2010. Selain itu, ia pernah tiga tahun berturut-turut dinobatkan oleh majalah Forbes sebagai orang Afrika-Amerika yang paling kaya. Namun, kekayaannya tersebut tidak dihambur-hamburkannya begitu saja, tetapi justru dipakai untuk berderma pada orang lain.

Di balik karier yang cemerlang tersebut, Oprah pernah mengalami masa-masa yang kelam. Oprah lahir dari orang bau tanah yang tidak menikah, bahkan sebelum ia lahir, ayah biologisnya meninggalkan ia dengan sang ibu. Namun, semenjak lahir sampai usia 6 tahun ia tinggal bersama nenek dari sang ibu. Kemudian, pada usia 6 tahun ia tinggal bersama ibu dan dua saudara pria tirinya di Milwaukee, sebuah tempat yang sangat miskin. Tinggal bersama sang ibu ternyata membuatnya harus mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan. Terlebih sang ibu sibuk bekerja sehingga tidak memiliki waktu untuk mengasuhnya. Bahkan beberapa kali ia mengalami kekerasan seksual. Pertama pada usia 9 tahun ketika ia tinggal bersama sang ibu. Bahkan pada usia 14 tahun ia melahirkan seorang anak pria yang meninggal beberapa dikala sesudah lahir.

Kekerasan seksual yang dialami Oprah sewaktu belum dewasa dan dewasa membuatnya mengalami kecemasan. Dia merasa cemas dikala berhadapan dengan beberapa orang, pun harga dirinya menjadi rendah. Bahkan ia sempat kabur dari rumah sang ibu untuk menemukan tempat yang ‘nyaman’ untuknya. Termasuk pindah ke rumah sang ayah biologisnya di Nashville. Di sanalah ia mulai menemukan tempat yang nyaman untuk dirinya kembali berinteraksi dengan orang lain, serta menemukan jati diri yang sesungguhnya. Apalagi sang ayah memiliki peraturan yang tegas untuknya. Walau awalnya ia tidak menyukai hukum tersebut, lambat laun ia mau menerimanya. Bahkan ia menyadari bahwa hukum tegas itu merupakan bentuk kasih sayang sang ayah yang selama ini ia butuhkan.

Perlahan nilai-nilai akademik Oprah mulai meningkat drastis, bahkan dirinya menjadi lebih ramah kepada teman-temannya. Pada usia 17 tahun ia sudah mulai bekerja di radio dan televisi di Nashville. Pekerjaan tersebut perlahan memaksanya untuk melepas kecemasan yang beberapa tahun dialaminya. Apalagi pekerjaan tersebut juga mengharuskannya berinteraksi dengan orang lain yang ternyata menumbuhkan rasa tenggang rasa dalam dirinya.

Puncak karier Oprah terjadi ketika ia memandu program The Oprah Winfrey’s Show yang disiarkan pada tahun 1986-2011. Berkat program tersebut ia mendapat banyak sekali macam penghargaan, termasuk menjadi perempuan paling kuat di dunia. Walau begitu, terkadang ia masih merasa cemas, terutama dikala menciptakan suatu keputusan. Seperti halnya ketika ia menciptakan yayasan serta stasiun televisinya sendiri. Namun, rasa cemas tersebut sudah sanggup ia kendalikan dengan baik, tidak menyerupai dikala dirinya masih remaja. Bahkan rasa cemas tersebut mendorongnya untuk menjadi langsung serta karier yang lebih baik lagi dari hari kemarin.

Dari kisah wacana Oprah tersebut sanggup disimpulkan bahwa di balik kesuksesan seseorang, niscaya ada kisah mengharukan yang mengiringi. Pun ada usaha yang keras untuk meraih kesuksesan tersebut. Seperti halnya yang dialami oleh Oprah Winfrey, di balik kesuksesannya tersebut ternyata ia pernah mengalami kisah kelam dan mengharuskannya melawan kecemasannya sendiri. Namun, bukan berarti kita tidak sanggup melawan kecemasan tersebut dan terkungkung di dalamnya.


Referensi:
1Diakses dari Encyclopedia of World Biography http://www.notablebiographies.com/We-Z/Winfrey-Oprah.html pada tanggal 25 April 2017
2Goodwin, Gloria. 2012. Oprah Winfrey and Her Unknown Anxiety Story. Diakses dari http://www.beyondanxietyanddepression.com/women-anxiety-celebrities-anxiety/oprah-winfrey-and-her-unknown-anxiety-story pada tanggal 25 April 2017

Sumber Gambar:
http://www.wdio.com/wdioimages/repository/2016-06/ap-oprah-winfrey-photo-steven-senne-file.jpg

Let others know the importance of mental health !

Brian May: Gitaris Grup Musik Rock “Queen” Yang Juga Seorang Astrophysics Dan Pecinta Hewan

Saya ingin meninggalkan planet ini dengan mengetahui bahwa saya telah melaksanakan hal yang membuat planet ini menjadi daerah yang lebih baik, lebih layak, dan penuh kasih sayang

-Brian May-

Sebagai generasi kurun paska perang dunia II, Brian May yang dikenal sebagai gitaris legendaris grup musik rock Queen lahir pada 19 Juli 1947. Merupakan anak dari pasangan Ruth May dan Harold May. Berada pada lingkungan keluarga yang sederhana, Harold kerap membuat dan memperbaiki perabot rumah tangga sendiri. “Kami sangat sangat miskin,” kenang Brian dalam sebuah wawancara di wesbsite astronomy.com.

Masa kanak-kanak dan sampaumur Brian May dipenuhi dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Ketika Brian berusia 15 tahun, ia dan Harold tetapkan untuk membuat gitar. Badan gitar berasal dari kayu pohon ek, leher gitar dari kayu mahoni pelindung tungku, fret gitar dari kancing berupa cangkang kerang mutiara milik Ruth May, dan alat untuk mengatur ketegangan dawai diambil dari sisa sepeda motor keluaran tahun 1928. Dengan memanfaatkan material yang ada, mereka tidak berhenti untuk berkarya. Kerjasama antara Brian yang berpikiran sistematis dan Harold yang mempunyai latar belakang di bidang elektronika, 18 bulan menghasilkan gitar dengan bunyi yang unik. Gitar tersebut diberi nama Red Special –kini sebuah gitar paling legendaris di kalangan rock and roll.

Brian May dan Fisika

Selama masa sekolah, Brian May semakin terpikat dengan astronomi sehingga tetapkan untuk berkuliah di Imperial College London. Bidang fisika yang ia ambil mengarahkannya pada ilmu astronomi. Pada tahun 1968, Brian May mendapat gelar Bachelor di bidang fisika.

Ia mendapat penawaran untuk bekerja di Jodrell Bank, sentra pengamatan astronomi yang sedang berkembang di Inggris. Masa muda Brian masih berapi-api dan ketakutan untuk meninggalkan temannya di London. Brian May lebih menentukan untuk melanjutkan studi di Imperial College London untuk memperdalam ilmu astronomi.

Brian May dan Queen

Untuk Anda yang merupakan penggemar musik rock and roll mungkin tidak gila dengan grup musik Queen. Lahir pada tahun 1971, Queen beranggotakan Brian May, Roger Taylor, Freddie Mercury, John Deacon. Bagi Brian May, astronomi dan musik mengalir bersamaan di dalam darahnya. Selama kuliah, ia membentuk grup musik Smile yang merupakan bab yang tidak terlupakan dari kemunculan grup musik Queen.

Kesuksesan Queen terus menanjak diiringi dengan konser keliling Inggris. Lagu berdurasi 6 menit, Bohemian Rhapsody mendobrak industri music alasannya yaitu tidak mempunyai chorus dan terdapat banyak sekali genre music dalam satu lagi –balad, gitar solo, opera, hard rock. Ilmu fisika yang Brian May miliki, ia menyusun ulang lagu We Will Rock You dengan imbas gelombang bunyi untuk membuat riuh tepuk tangan sebagai latar belakangnya.

Dunia sains dan astronomi tetap ada di hati Brian May. Kesuksesan Queen, membuatnya menghentikan pendidikan dan fokus pada karir musik.

Mengalami masa depresi, Brian May merasa tidak mempunyai impian untuk hidup

Ketika berada di puncak kesuksesan, Brian May mengalami kehilangan yang bertumpuk-tumpuk. Sang ayah, Harold May meninggal dunia. Ia mempunyai dampak besar dalam hidup Brian May dalam memperkenalkan pada musik dan mendukung pendidikan astronomi.

Hubungan Brian May dengan istri Chrissie Mullen dan 3 orang anak mengalami kerenggangan saat masa-masa emas Queen sehingga tetapkan untuk berpisah. Sementara itu, hal mengejutkan terjadi pada grup musik yang sedang naik daun tersebut. Freddie Mercuri, vokalis Queen meninggal alasannya yaitu AIDS padah tahun 1991.

Peristiwa yang terjadi dalam waktu hampir bersamaan pada simpulan tahun 1980 sampai awal 1990 membuat Brian May mencari proteksi selama 3 ahad di Arizona. Untuk mengobati depresinya, ia diminta untuk menemukan sisi spiritual –sesuatu yang ia nikmati. Brian May menemukan langit dan bintang yang kerap ia pandangi di malam hari.

 Brian May menuntaskan studi PhD Astrophysics yang sempat terhenti selama 30 tahun

Tahun 2007 di usia 60 tahun, ia berhasil menuntaskan studi di Imperial College London dengan topik Motion of Interplanetary Dust. Tahun 2015, Brian May terlibat dalam tim NASA untuk menfasirkan data yang dikirim Pluto New Horizon dan menampilkan gambar Pluto dengan kualitas tinggi.

Kini di usianya yang menuju 70 tahun, Brian May masih aktif dalam konser keliling bersama beberapa musisi, mengikuti perkembangan astronomi, terlibat dalam penyelematan binatang liar, menulis blog dan menikmati waktu bersama istri Anita Dobson dan keluarga.

Brian May yaitu salah satu tumpuan tokoh yang mendalami dan bersinar di banyak sekali bidang dalam hidupnya. Keterbatasan akomodasi pada awal hidupnya tidak menghalangi Brian May untuk berkarya dan mengejar sesuatu yang ia senangi. Ketekunannya membawa Brian May pada kesuksesan dalam karir music dan meraih gelar PhD pada bidang Astrophysics, yang ilmunya ia gunakan untuk perkembangan ilmu pengetahuan.


Sumber Data Tulisan (sertaan daftar pustaka atau footnote)

  1. http://brianmay.com/brian/biog.html
  2. http://www.astronomy.com/magazine/2012/07/brian-may—a-life-in-science-and-music—the-full-story
  3. https://www.theguardian.com/theguardian/2012/sep/29/brian-may-me-and-animal-passions
  4. http://www.npr.org/2010/08/03/128935865/queens-brian-may-rocks-out-to-physics-photography
  5. https://www.nasa.gov/feature/rock-starastrophysicist-dr-brian-may-goes-backstage-with-new-horizons

Featured Image Credit: http://brianmay.com/brian/briannews/briannewsnov13a.html

Let others know the importance of mental health !

Agnez Mo: Ayo Jadi Generasi Penuh Kasih!

“Kesuksesan itu menyerupai rumah. Harus punya fondasi yang kuat. Kalau tidak, kesuksesan tersebut akan berlangsung sementara, tidak tahan lama”

– Agnez Mo

Energik, multi talenta, berprestasi yakni kata-kata yang mewakili seorang perempuan berusia 30 tahun ini. Namanya sudah mulai dikenal semenjak ia berusia enam tahun. Mimpinya untuk merambah dunia internasional terwujud berkat kerja kerasnya dibalik cemoohan beberapa orang yang mewaspadai mimpinya tersebut. Jutaan pengikutnya di instagram telah menjadi saksi bagaimana perjalannya dalam menggapai mimpinya tersebut.

Siapa lagi bila bukan Agnes Monica yang lebih dikenal dengan nama panggungnya, Agnez Mo. Suara merdunya telah berhasil menelurkan sekitar delapan album. Tak hanya sukses menjadi seorang penyanyi, Agnes juga berhasil melebarkan sayapnya sebagai aktris yang membintangi banyak sekali judul sinetron dalam dan luar negeri. Pernikahan Dini yang hits pada awal tahun 2000-an berhasil melambungkan nama Agnes, sampai ia pun dilirik untuk menjadi salah satu pemain di serial drama Taiwan berjudul “The Hospital” bersama dengan Jerry Yan.

Sosok inspiratif di Media Sosial

Tak heran bila Agnes dikenal sebagai salah satu sosok yang inspiratif bagi kalangan anak muda Indonesia. Pada ajang Socmed 2016 lalu, Agnes Monica berhasil menyabet penghargaan sebagai Star of The Year. Menyadari fungsi media umum tidak hanya sebagai sarana mengembangkan informasi, Agnes memanfaatkan media umum yang dimilikinya untuk sanggup berkomunikasi dengan penggemarnya.

Agnes menyatakan dalam sambutan penerimaan gelar tersebut, “Jangan menimbulkan pesan media umum jadi hidup kalian. Tetapi bisa menginspirasi orang, dan mendorong orang lain.”1

Agnes sering mengembangkan tweet kepada par pengikutnya. Salah satu tweet yang pernah Agnes bagi kepada para pengikutnya bertuliskan “Great inspiration comes from great experiences. #music #writing2, pandangan gres terbaik tiba dari pengalaman terbaik.

Sebagai sosok yang disorot oleh banyak sekali kalangan, ia bisa mengambarkan konsistensinya dalam berkiprah di dunia tarik suara. Banyak bawah umur muda yang menjadikannya sumber pandangan gres untuk terus berprestasi. Tidak hanya di bidang tarik bunyi maupun akting, Agnes Monica juga dikenal sebagai salah satu artis berotak encer yang mempunyai prestasi akademik.

“Karena seorang superstar itu gimana mereka bias konsisten. Jangan populer setahun tetapi tahun berikutnya sudah nggak ada namanya lagi” – Agnez Mo.

#AMgenerationOfLove

“Di dalam perbedaan, ada kebersamaan. Di dalam perbedaan, ada kekayaan.” Begitulah tweet dari akun @agnezmopada 18 September 2015 lalu. Agnes menjadi salah satu pihak memprakarsai dan mendeklarasikan pergerakan tenang bersama Ibu Sinta Nuriyah Wahid dalam “International Day of Peace”.  Melalui akun twitter-nya ia mengajak seluruh kalangan untuk menjadi bab generasi yang cinta damai.

Kampanye dengan hashtag I #AMgenerationOfLove menjadi trending topic di banyak media social dan online. Pilihan hidup yang dipenuhi ukiran dan guncangan ataupun hidup dipenuhi cinta, kasih saying dan impian berada ditangan kita sendiri. Bagi Agnes Monica, peperangan yang dihadapi melawan situasi negatif yang dialami semenjak usia dini: rendah diri, pelecehan, penindasan di internet (cyber-bullying), depresi dan keinginan bunuh diri.

Agnes menyadari seiring dengan pemberitaan politik di media massa dan fitnah serta tuduhan mewarnai media social sanggup memicu perpecahan yang padahal diawali dengan hal-hal yang sepele. Melalui deklarasi tersebut, Agnes Monica mengajak semua kalangan menjadi biro perdamaian dan kerukunan sebagai awal langkah kecil untuk berdamai dengan diri sendiri dan saling memaafkan. Melalui akun pribadinya @agnezmo pun memposting deklarasi gerakan perdamaian oleh generasi kasih.


Sumber Data Tulisan (sertaan daftar pustaka atau footnote)

  • http://celebrity.okezone.com/read/2016/05/21/33/1394517/agnes-monica-terbukti-paling-inspiratif-di-media sosial
  • http://showbiz.liputan6.com/read/563560/agnes-monica-inspirasi-besar-datang-dari-pengalaman

Feature Image Credit: http://www.wowkeren.com/images/news/00079813.jpg

Quote Source: http://www.kapanlagi.com/foto/berita-foto/indonesia/32335agnes_monica_quote-20141105-006-rita.html

 

 

 

 

Let others know the importance of mental health !

Adele : Seorang Penyanyi Yang Terancam Kehilangan Suara

Sekeras apapun kamu mencoba, tidak ada yang akan menjatuhkanku

– Turning Tables, Adele

Siapa yang tak kenal Adele? Penyanyi asal Inggris yang gres saja merilis album ‘25’ pada tahun 2015 silam niscaya sudah tak abnormal bagi masyarakat dunia. Profil vokalnya yang tidak dimiliki oleh penyanyi-penyanyi lain menciptakan namanya melejit dibawah naungan label rekaman XL Recordings dan Columbia Records.

Adele memulai karir bernyanyinya sejak 2006, dimana dikala itu XL Recordings menemukan video bernyanyinya yang diunggah di situs My Space dan pribadi jatuh cinta pada suaranya. Lulusan The BRIT School for Performing Arts and Technology ini tidak menyangka bahwa ia akan menjadi bintang hanya dengan melaksanakan apa yang ia senangi.

Berbekal hobi menulis lagu, bermain musik dan bernyanyi, Adele terus menghasilkan lagu-lagu yang dikemas sedemikian rupa untuk memanjakan indera pendengaran para penggemarnya. Kemampuannya menghasilkan karya-karya yang menyentuh dan menyayat hati sungguh tak sanggup diragukan lagi. Hingga kini, Adele telah menghasilkan 3 album dan tiap albumnya terus mencetak angka pembelian yang bombastis, Berbagai single yang ia keluarkan kerap menjadi nomor teratas formasi lagu-lagu yang diminati dikala ini. Hal itu tentu menjadi prestasi yang membanggakan bagi perempuan berumur 28 tahun ini. Karirnya terlihat mulus dan melesat kolam roket. Namun, siapa sangka bahwa aneka macam usaha dibaliknya?

Sempat Kaprikornus Alcoholic Berat

Menjadi selebritas tidaklah mudah. Itulah yang dirasakan penyanyi dengan nama lengkap Adele Laurie Blue Adkins ini. Dibalik ketenarannya yang kian meningkat, Adele sempat mengalami suatu masa dimana ia sangat tertekan dengan status popularitasnya, tepatnya ketika karirnya gres dimulai melalui album pertamanya ‘19’ dengan hits jitu ‘Chasing Pavements’. Tak disangka, karyanya pribadi menerima respon positif dan membuatnya mempunyai banyak penggemar. Keuntungan besar dan kesibukan pun mulai menyerbu kehidupan sederhananya. Hal itu menciptakan Adele memutuskan untuk pindah dari rumah ibunya pada November 2008 ke sebuah apartemen di Notting Hill, London. Keadaan sulit pun dimulai.

Ternyata, Adele yang dikala itu masih sangat belia mengalami situasi stress yang berlebihan, disebabkan oleh jam terbang yang amat padat serta perasaan homesick yang sangat berat. “Aku pindah ke Notting Hill untuk bisa hidup sendiri, tapi hidupku malah hancur. Teleponku diputus, kartu kreditku dicabut, rumahku berantakan. Hidupku sangat mengenaskan. Aku tidak bisa melaksanakan segala hal dengan baik tanpa ibuku dan kesudahannya saya kembali lagi untuk tinggal dengannya.“ Sayangnya, ia menentukan alkohol sebagai pelampiasan emosinya. Pelampiasan yang menjadi kebiasaan itu justru membuatnya menjadi semakin terpuruk. Butuh waktu untuk mengembalikan ritme hidupnya kembali. Rasa cintanya terhadap musik jauh lebih besar dari tekanan apapun yang ia alami, sehingga hal itu bisa menyelamatkannya dari situasi ini.

Dari Laryngitis sampai Hemorrhage

2011 merupakan tahun bersinarnya Adele. Setelah perilisan album keduanya berjudul ‘21’, pelantun ‘Someone Like You’ ini menciptakan semua penggemarnya merasa bahwa tak ada yang sanggup bernyanyi ibarat dirinya. Konsernya diadakan dimana-mana dan tak pernah mengecewakan. Tak disangka, semua sanggup sirna sekejap mata. Pada Mei 2011, ia mencicipi sakit pada tenggorokannya dan pribadi dilarikan ke seorang mahir tenggorokan. Betapa mengagetkan bahwa Adele dinyatakan menderita laryngitis akut, yaitu peradangan pada kotak suara. Kejadian ini mengakibatkan ia harus membatalkan banyak penampilannya. “Menyanyi yaitu hidupku, hobiku, hidupku, kebebasanku, dan pekerjaanku. Kau harus tahu betapa menyebalkannya ini, betapa seriusnya saya menghadapi ini, dan betapa terganggunya saya akan semua ini,“ akunya pada OK Magazine. Keadaan lambat laun membaik sesudah ia mencoba untuk mengurangi kegiatan bernyanyinya.

Sebelum sempat  memadatkan kegiatan kembali, Adele dinyatakan mempunyai vocal hemorrhage, yakni pendarahan pada pita suara. Penyakit ini sangat parah sehingga ia terancam tidak akan bisa bernyanyi lagi selamanya. Siapa yang tidak terpukul dengan vonis ibarat itu? Penyakitnya juga diperparah oleh gaya hidupnya sebagai alcoholic dan perokok berat. Adele seketika berhenti merokok dan ingin secepatnya memulai hidup gres yang lebih sehat. Operasi laser tenggorokan yang ia jalani membuatnya harus diam selama berbulan-bulan. Sungguh tekanan yang luar biasa baginya. Meskipun begitu, ia tetap optimis pada proses pemulihannya sampai kesudahannya sanggup bernyanyi kembali.

Hakikatnya sebuah kehidupan, tentu tidak akan lepas dari ujian yang diberikan Tuhan yang Maha Esa. Peraih 10 Grammy Award ini bisa menunjukan bahwa halangan apapun tak akan membuatnya berhenti untuk terus melaksanakan apa yang ia cintai. Berputus asa bukanlah pilihan bagi Adele. Eksistensinya yang terus menggema sampai sekarang memang tak sanggup diraih semudah membalikkan telapak tangan. Namun, memperjuangkan itu semua bukanlah sesuatu yang sia-sia, kan?


Sumber Data Tulisan

Data dan cerita hidup Adele diperoleh dari buku ADELE : The Biography yang ditulis oleh Marc Shapiro, terbitan St. Martin’s Griffin, New York tahun 2012

Pengertian laryngitis diperoleh dari situs http://www.medicinenet.com/laryngitis/article.htm

Pengertian vocal hemorrhage diperoleh dari situs http://www.voicedoctorla.com/voice-disorders/vocal-hemorrhage/

By: Faroh Nur Alfani

Featured Image Credit: http: //static.celebuzz.com/

Jurgen Klopp: Menjadi Manajer Tim Sepak Bola Tidak Pernah Hanya Kasus Seni Administrasi Di Lapangan.

“Saatnya mengubah mereka yang meragu untuk kembali percaya.”

 -Jurgen Klopp

Jurgen Klopp: Menjadi Manajer Tim Sepak Bola Tidak Pernah Hanya Perkara Taktik di Lapangan.

Jurgen Norbert Klopp ialah nama lengkap laki-laki yang populer dengan langsung karismatiknya ini. Lahir di Stuttgart, Jerman 16 Juni 1967, Klopp memulai perjalanan karirnya menjadi seorang pemain sepak bola untuk klub TuS Ergenzigen pada tahun 1986. Namun karir bermainnya gres menanjak ketika bermain untuk tim FSV Mainz 05 dengan 325 penampilan dan mencetak 53 gol. Setelah pensiun menjadi pemain, pada tahun 2001, Klopp kemudian tetapkan untuk menjadi instruktur tim yang telah membesarkan namanya ini. Klopp menjadi instruktur Mainz selama 7 tahun sebelum risikonya keluar kemudian melatih salah satu tim besar Jerman, Borussia Dortmund. Bersama Klopp, Dortmund meraih dua kali juara liga Jerman dan satu kali masuk dalam final liga Champions Eropa. Setelah perjalanan panjang bersama klub-klub Jerman, Jurgen Klopp hijrah ke dataran Inggris pada Oktober 2015 untuk menjadi manajer Liverpool FC hingga ketika ini1.

Klopp dikenal sebagai langsung yang penuh dengan passion untuk hal yang menjadi kepingan dari sepanjang hidupnya, sepak bola. Menjadi manajer sebuah klub sepak bola, Klopp dikenal sebagai langsung manajer yang sangat erat dengan para pemainnya. Tidak hanya membicarakan perihal permainan sepak bola di lapangan, tapi Klopp juga melaksanakan pendekatan personal yang baik pada semua pemain di tim yang ia tangani. Ini mengapa hampir semua pemain di tim yang pernah ditangani Klopp sangat erat dan menikmati sisi humanis manajer berkacamata ini. Salah satu pribadinya yang dikenal baik oleh para pemain dan orang terdekatnya ialah langsung optimistik dan selalu berusaha mempunyai pemikiran positif meskipun berada di ketika saat terburuk. Kepribadian ini ternyata dengan gampang ditularkan Klopp kepada para pemainnnya.

“Kami akan menunggunya sembuh menyerupai seorang istri yang setia menunggu suaminya keluar dari penjara.”2

Kalimat itu ialah yang dikatakan Klopp di sebuah konferensi pers ketika kala itu Mats Hummels, kapten Borussia Dortmund didera cedera serius. Pemain sepak bola yang cedera biasanya akan gampang merasa down alasannya ialah cedera panjang bisa menciptakan posisi bermainnya terancam di tim. Tapi dengan pedoman kata kata positif dari Klopp sebagai seorang manajer, hal ini tentunya membangkitkan semangat sembuh pemain dan memberi kepercayaan bahwa posisinya di tim utama tetap akan ada untuk pemain itu ketika nanti ia sembuh dan bisa bermain lagi. Hal yang sama dilakukan Klopp ketika datang di Liverpool. Salah seorang pemain yang sedang berada dalam performa baiknya, Joe Gomez, didekap cedera di awal kehadiran Klopp di tim berjuluk si Merah ini. Sayangnya, cedera yang didera Gomez menciptakan Gomez tidak bisa bermain hingga simpulan animo pertandingan. Klopp tidak tinggal diam. Saat Gomez kembali ke Melwood, kawasan latihan para pemain Liverpool, Klopp sudah menanti kehadiran Gomez. Mereka kemudian duduk bersama dan berbincang. Salah satu yang dikatakan Klopp pada Gomez adalah:

“Jika ada yang bisa saya bantu untukmu, katakan. Jika butuh kawasan berbicara, saya akan mendengarkan. Tetaplah berpikir positif. Saya akan dengan bahagia hati menunggumu kembali bisa bermain.”3

Tidak ada hal lain yang ingin didengar Gomez kala itu selain kata kata penyemangat dari Klopp. Padahal Gomez sendiri belum sempat bermain di hadapan manajer barunya ini.

Optimis berbuah bagus pada hasil pertandingan krusial

Selain kuat pada proses pemulihan cedera pemain, sifat positif dan optimistik Klopp kuat besar dalam memilih hasil pertandingan. Klopp berhasil menanamkan perilaku jangan pernah mengalah kepada semua pemainnya di situasi seburuk apapun. Hasilnya, nyata. Liverpool berhasil meraih kemenangan-kemenangan krusial dengan cara dramatis. Pertandingan di liga Inggris di bulan Januari kemudian melawan tim Norwich City menjadi salah satu contoh. Lima menit pemanis di simpulan babak kedua menjadi drama yang pada risikonya menciptakan penonton lawan menangis kecewa. Liverpool yang sudah unggul 4-3 harus dikagetkan dengan gol tanggapan lawan yang menciptakan kedudukan imbang menjadi 4-4. Namun apakah itu simpulan dari pertandingan meskipun gol tanggapan terjadi di menit 92? Pemain Liverpool tidak berpikir demikian. Di menit 95, Adam Lallana, pemain tengah Liverpool, memastikan timnya pulang dengan kemenangan di tangan.

Pertandingan krusial lain yang akan sangat diingat tentunya pertandingan emosional ketika Liverpool harus menghadapi Borussia Dortmund untuk perebutan kawasan di semifinal piala Liga Europa, 14 April kemarin. Dari tertinggal 2-0 di babak pertama dan kembali tertinggal 3-1 di babak kedua, Liverpool memastikan kemenangan dengan gol di menit 90 yang mengakibatkan kedudukan simpulan 4-3. Liverpool melaju ke semifinal mengalahkan tim kuat Jerman yang dulu juga menjadi asuhan Klopp selama 7 tahun. Jangan pernah menyerah, itu yang terus dikatakan Klopp kepada semua pemainnya ketika jeda istirahat dan sepanjang pertandingan dari pinggir lapangan. Semua berbuah manis.

Terkadang di keadaan-keadaan sulit, tidak gampang menjadi seseorang yang terus mempunyai pemikiran positif dan optimis. Namun, harus disadari bahwa pemikiran-pemikiran positif tersebut yang justru menjadi kekuatan kita ketika kita mengalami saat-saat terburuk. Klopp, pada sebuah konferensi pers pasca kekalahan menyakitkan di sebuah pertandingan final, berkata, “Hanya orang kurang cerdik yang mau terus dibawah ketika beliau jatuh.”.

Pastikan Anda terus meyakinkan diri Anda ketika Anda jatuh sedalam apapun, bahwa Anda akan tetap bisa bangun dan bisa menjadi kuat lagi. Yakinkan diri Anda bahwa segelap apapun perjalanan yang sedang Anda lalui, akan ada titik jelas di depan Anda. Langit malam selalu dalam keadaan paling gelap beberapa ketika sebelum fajar menyingsing di ufuk timur. Selalu berpikir optimis dan positif. Kunci kebangkitan Anda berada pada diri Anda sendiri. Ketika Anda bisa berpikir positif ihwal diri Anda, tidak akan ada hal negatif yang bisa menjatuhkan Anda.


Sumber Data Tulisan

  1. Biografi singkat disadur dari http://www.telegraph.co.uk/sport/football/teams/liverpool/11924286/The-making-of-Jurgen-Klopp.html
  2. Kutipan ucapan Klopp disadur dari http://www.mirror.co.uk/sport/football/news/jurgen-klopps-best-quotes-what-6581526
  3. Kisah Gomez dan Klopp disadur dari http://www.mirror.co.uk/sport/football/news/liverpool-youngster-joe-gomez-reveals-7212586

Image Featured Credit: www.liverpoolfc.com

 

 

Let others know the importance of mental health !

Nh Dini, Lambang Pergulatan Hidup Wanita Indonesia

“Kesedihan tidak untuk dipampangkan kepada semua orang. Karena kesedihan ialah hal yang sangat pribadi, menyerupai rahasia, harus disembunyikan dari pandang orang lain.”
— NH Dini

Perempuan-perempuan Indonesia sejatinya ialah perempuan tangguh. Mereka lahir, tumbuh, dan berkembang dalam keadaan yang memaksa mereka untuk belajar. Bukan sekadar berguru untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri, melainkan juga berguru untuk mempertahankan hidup generasi-generasi penerus bangsa ini.

Tapi kita semua tahu, proses berguru bukanlah proses yang mudah. Banyak aral melintang yang harus dihadapi oleh para pembelajar. Begitu pula yang dihadapi perempuan Indonesia. Banyak di antara mereka yang harus menelan getirnya kenyataan sebuah hak yang diambil. Untungnya, Indonesia mempunyai sosok-sosok yang peka terhadap keadaan di sekelilingnya. Indonesia mempunyai sosok tangguh yang mengumandangkan keadilan dan kesejahteraan bagi perempuan. Siapakah dia?

Bukan R.A. Kartini, namun bolehlah dikata R.A. Kartini masa kini, dialah Nurhayati Sri Hardini. Nurhayati Sri Hardini, perempuan kelahiran Kota Lumpia (Semarang) ini mempunyai nama pena NH Dini. Ia merupakan sastrawati yang masih produktif hingga di usia senjanya ketika ini.

Menilik Kisah Hidup NH Dini

NH Dini dilahirkan pada tanggal 29 Februari 1936, sembilan tahun lebih renta dari Negara Indonesia. Keterampilannya untuk menjadi individu yang peka terhadap lingkungan mungkin saja terasah ketika NH Dini menjadi pramugari.  Ya, sebelum benar-benar menjadi seorang penulis, NH Dini pernah berkiprah sebagai pramugari di suatu maskapai penerbangan. Ketika masih menjadi pramugari pun NH Dini berhasil menerbitkan buku kumpulan cerpen yang berjudul Dua Dunia.

Ketika Indonesia masih berada dalam kemelut politik terkait kemerdekaan, orde lama, maupun orde baru, NH Dini banyak membaca adanya banyak sekali problem yang sepertinya terabaikan. Masalah itu ialah problem hidup perempuan Indonesia. Lantas NH Dini pun tergerak untuk menuliskan keprihatinannya melalui melalui sebuah karya sastra.

Salah satu novelnya yang membahas para perempuan ‘korban’ politik ialah novel berjudul Jalan Bandungan. NH Dini memaparkan betapa besarnya penderitaan seorang perempuan yang ditelantarkan oleh suaminya karena suaminya menjadi pengikut Partai Komunis Indonesia (PKI).  Label ‘komunis’ yang disandang para suami berhasil menciptakan para perempuan kalang kabut. Pelabelan menciptakan aksesibilitas mereka terhadap ladang penghasilan pun menjadi terbatas. Dalam novelnya, NH Dini berhasil mengemas dongeng betapa kuatnya para perempuan dari para suami buronan politik itu untuk bertahan hidup di tengah bayang-bayang ketidakpastian.

Pada novel-novelnya yang lain, NH Dini juga menyorot soal tugas gender. NH Dini mengisahkan perempuan yang masih dianggap sebagai objek dari laki-laki. Hal-hal terkait belum adanya keadilan yang menyangkut kesejahteraan perempuan banyak didengungkan oleh NH Dini.

Novel-novel NH Dini memang banyak menyorot perempuan. Itulah yang menciptakan NH Dini disebut sebagai sastrawan feminis. Kemampuan NH Dini mengupas dan menyajikan konflik pada perempuan sepertinya tidak lepas dari perjalanan kehidupan pribadinya sendiri yang sarat pergerakan dan kesabaran.

NH Dini merupakan salah satu perempuan Indonesia yang menikah dengan lelaki yang mempunyai banyak perbedaan dengan dirinya. NH Dini menikah dengan seorang diplomat Prancis, Yves Coffin pada tahun 1960. NH Dini sanggup mengenal Yves Coffin ketika ia menjadi pramugari. Berkat janji nikah itu, NH Dini dikaruniai dua orang anak berjulukan Marie-Claire Lintang Coffin dan Pierre-Louis Padang Coffin.

Berstatus sebagai istri diplomat, NH Dini pun kerap ikut mendampingi suaminya untuk tinggal di banyak sekali negara. Pengalaman hidup di banyak sekali negeri orang turut memperkaya inspirasi NH Dini dalam menulis. NH Dini pun sanggup menuliskan perihal kehidupan perempuan dalam setting negara Jepang. Karyanya itu berjudul Namaku Hiroko¸ terbit tahun 1977.

Sayangnya, janji nikah NH Dini sendiri tidak menuju pada keabadian. NH Dini resmi bercerai dengan Yves Coffin pada tahun 1984. Setelah bercerai, NH Dini berusaha untuk mendapat kembali kewarganegaraannya sebagai warga negara Indonesia. Perjuangannya mendapat kembali status WNI sanggup menunjukkan bahwa NH Dini masih mempunyai tekad untuk turut membangun bangsanya.

NH Dini, Inpirasi Kaum Perempuan Bumi Pertiwi

Kini, pada usianya yang tak lagi muda, NH Dini menentukan tinggal di suatu panti wredha. NH Dini sendiri yang menentukan untuk tinggal di sana. Pilihan yang unik. Tinggal di panti wredha tidak menciptakan NH Dini mandeg dari segala aktivitasnya. NH Dini tetap melaksanakan hal-hal produktif. NH Dini masih mengisi seminar, menulis, dan menghidupkan suatu rumah baca yang ia dirikan sendiri.

Sepanjang hidupnya, NH Dini telah menorehkan banyak sekali prestasi. Prestasi yang NH Dini raih dalam bidang tulis menulis pun sudah berada dalam level internasional. Salah satu penghargaan internasional yang berhasil NH  Dini dapatkan ialah penghargaan SEA Write Award, penghargaan sastra dari pemerintah Thailand.  Karya-karya NH Dini juga dipakai dalam kegiatan di sanggar teater milik W.S. Rendra.

NH Dini beserta karya-karya agungnya telah melambangkan keagungan perempuan di dunia, terlebih di  Indonesia. NH Dini dalam karyanya memberi nasihat bahwa menjadi perempuan berarti harus tangguh. Perempuan semestinya besar lengan berkuasa menghadapi banyak sekali aral. Karena kekuatan perempuanlah terbentuk anak muda yang juga kuat.

Karya-karya sastra NH Dini memang telah berumur. Akan tetapi, karyanya tetap menarik untuk dibaca oleh generasi muda ketika ini. Karyanya tetap sanggup dinikmati dan dijadikan sebagai media untuk tidak melupakan betapa besar dan beratnya usaha perempuan Indonesia pada masa lalu.

NH Dini bisa menciptakan karya sarat pembelajaran yang akan tetap mempunyai relevansi dari masa ke masa.

Seperti petuah yang dikatakan oleh Pramudya Ananta Toer, NH Dini menulis untuk keabadian.


Sumber Data Tulisan

  1. Data terkait kelahiran dan karya-karya NH Dini diperoleh dari buku Ensiklopedia Indonesia Edisi Khusus yang ditulis oleh tim yang dipimpin oleh Hasan Shadily, terbitan PT Ichtiar Baru-Van Hoeve, Jakarta tahun 1992.
  2. Data terkait perkawinan dan kehidupan NH Dini di panti wredha diperoleh dari situs http://www.cnnindonesia.com/hiburan/20150619111756-241-61050/tentang-novelis-nh-dini-ibu-sutradara-minions/

Featured Image Credit: idwritter.com

Let others know the importance of mental health !

Karen L. Braitmayer: Disabilitas Mengiringinya Berkarya

“Kami tidak bisa berpuas diri. Setiap hari kami harus bekerja keras untuk melindungi hak-hak kami.

– Karen L. Braitmayer

Mari kenali sosok Karen L. Braitmayer! Mungkin, kita bisa berguru untuk tetap bersemangat dalam menjalani kehidupan darinya. Braitmayer terlahir mengidap penyakit genetik berjulukan osteogenesis imperfecta. Penyakit tersebut ditandai dengan tulang-tulang ringkih yang sangat gampang patah, bahkan dengan atau tanpa suatu alasannya tertentu. Ini mengakibatkan kacaunya struktur tubuh, rendahnya kekuatan otot, dan lemahnya persendian. Braitmayer pun terpaksa berada di atas bangku roda seumur hidupnya.

Fisik yang tidak normal tidak menjadi penghalang, ia tetep gigih merengkuh karirnya di bidang arsitektur. Selain ulet merancang bangunan komersial, institusional, dan residensial,  ia juga mempunyai agen arsitektur (Studio Pacifia). Biro tersebut juga melayani konsultasi desain aksesibilitas pada proyek-proyek di negaranya. Bahkan, pada tahun 2004, Ikatan Arsitek Amerika menghadiahinya College of Fellows, salah satu penghargaan tertinggi bagi arsitek. Penghargaan itu setimpal dengan kerja kerasnya dalam mendidik para arsitek wacana desain. Ia juga menjadi penyokong bagi orang-orang dengan disabilitas.

Namun, tahukah Anda? Braitmayer bahwasanya tidak mengawali karirnya sebagai arsitek. Ia menempuh pendidikan dan lulus sebagai sarjana ilmu sikap di Rice University. Bahkan sebelum lulus sarjana, ia sudah tertarik dengan dunia arsitektur. Karena itu, ia melanjutkan pendidikannya pada kegiatan studi Magister Arsitektur di University of Houston. Di sana, ia jatuh cinta pada dunia perancangan bangunan.

Perjalanan Karir Braitmayer

Setelah lulus pada tahun 1985, ia mendaftar pekerjaan di Seattle pada tahun 1987. Saat melaksanakan wawancara kerja, ia bertemu dengan arsitek David Wright. Wright mendorong Braitmaye, untuk berkontribusi dalam arsitektur dengan cara yang unik. Ia diminta untuk merancang ruang yang sanggup diakses oleh orang-orang difabel dengan mudah.

Setelah diterima bekerja di Callison Architecture dan mengerjakan banyak sekali macam proyek, rekan-rekan arsiteknya seringkali mampir ke meja Braitmayer untuk menanyakan perihal desain bebas kendala dan aksesibilitas. Sebagai pengguna bangku roda, ia sanggup menemukan kesalahan-kesalahan kecil yang berdampak besar pada aksesibilitas lingkungan.

Pada tahun 1993, Braitmayer dan teman kuliahnya, George Hallowell, mendirikan agen arsitektur sendiri berjulukan Pacifica. Dalam perjalanan karirnya, ia bertemu dengan Barbara L. Allan dari Easter Seal Society Washington yang juga merupakan salah satu penulis buku “Desain Aksesibilitas untuk Semua”. Dengan dorongan dari Allan, Braitmayer mulai menyadari bahwa ketidaksempurnaannya dan ilmu arsitekturnya justru bisa memberi imbas pada kualitas hidup orang-orang dengan disabilitas.

Salah satu gebrakan pertama Braitmayer dalam pembuatan kebijakan publik yaitu dengan menjadi anggota Technical Advisor Group untuk Washington State Building Code Council (WSBCC). Melalui WSBCC, Braitmayer membantu negara bab Washington untuk menjadi salah satu negara bab pertama yang mempunyai peraturan yang disertifikasi oleh Departemen Kehakiman dan  sesuai dengan syarat dari American of Disabilities Act (ADA).

Setelah Washington mengadopsi International Building Code, banyak perbaikan ketentuan standar aksesibilitas yang telah dibentuk dalam 10 tahun terakhir. Braitmayer bekerja keras menggabungkan model-model peraturan yang ada dengan peraturan federal. Ini menghasilkan sebuah standar aksesibilitas gres yang lebih sesuai dengan kebutuhan negara bab Washington.

Braitmayer Turut Berikan Manfaat bagi Sesama

Selain membantu dalam menciptakan regulasi aksesibilitas lingkungan bagi masyarakat berkebutuhan khusus, Braitmeyer juga menyediakan elemen aksesibilitas pada setiap desainnya. Misalnya pada jembatan yang membentang sepanjang Balai Kota Baru Seattle. Ia menciptakan permukaan lantainya tidak terlalu licin bagi para pengguna kruk dan bangku roda.

Braitmayer berharap gosip aksesibilitas menjadi perhatian bagi masyarakat. Sebuah ruang seharusnya tidak hanya disediakan untuk orang-orang normal saja, tetapi juga untuk orang-orang dengan disabilitas. Ia menantikan hari dimana arsitek bisa menyediakan lingkungan yang aksesibel secara intuisi, tanpa pinjaman dirinya, dan saat di setiap ruang atau bangunan sudah terdapat saluran tanpa kendala untuk semua kalangan.


Sumber Data Tulisan

  1. http://www.seattlepi.com/ae/article/An-architect-with-disabilities-champions-public-1138740.php
  2. http://www.news-medical.net/health/Osteogenesis-imperfecta-(OI)-(Indonesian).aspx

By: Dyah Iffah Novitasari

Featured Image Credit: silverplanet.com

Let others know the importance of mental health !