Anak Menangis Malam Tanpa Sebab, Solusi dari Pengalaman!

Punya masalah anak balita Anda sering menangis?

Mungkin cerita ini mirip dengan kasus yang sedang Anda hadapi. Yakni anak balita Anda menangis walaupun tanpa sebab.

Dan tangisannya setiap malam.

Ada yang menangis setiap jam 12 malam. Ada pula yang setiap jam 2.

Anak-anak itu menangis tanpa sebab. Terjadi setiap malam selama 1 jam atau lebih.

Pahami kenapa anak menangis tengah malam?

Sebelum mencari solusi, kenali dahulu penyebabnya.

Anak menangis di tengah malam bisa disebabkan oleh berbagai hal.

Di antaranya:

Mimpi buruk.
Lapar
Ketakutan

Jika menangis karena lapar…

… biasakan untuk makan terlebih dahulu sebelum tidur.

Makan makanan kecil yang bisa mengenyangkan. Misalnya biskuit.

Memang ada beberapa anak yang mudah lapar. Hal ini karena lambung mereka kecil.

Sehingga makan sedikit langsung kenyang. Namun cepat lapar.

Jika karena ketakutan..

…maka Anda bisa menemaninya. Dan membuat mereka lebih nyaman.

Anak menangis setiap malam tanpa sebab?

Inilah yang membingungkan.

Anak balita sering menangis tanpa sebab.

Menangis di tengah malam dan hampir setiap malam. Sehingga dampaknya:

Orang tua kurang tidur,
Anak kurang tidur,
Mudah marah,
Anak tidak ceria,
Rewel,

Itu sebagian dari dampak anak yang sering menangis tengah malam.

Kejadian ini banyak dialami oleh orang tua.

Berbagai cara mereka lakukan agar anak tidak terbangun di waktu malam. Namun sangat sulit.

Apa penyebabnya?

Orang tua yang memiliki beban pikiran akan berdampak pada keceriaan anak balita.

Suasana hati orang tua sangat berpengaruh.

Orang tua yang memiliki banyak masalah, memberi dampak buruk pada seisi rumah. Terutama anak.

Semakin pikiran pusing, hati tertekan, maka anak-anakpun dapat merasakannya.

Oleh karena,

Sebagai orang tua harus mempunyai hati yang tenang dan bahagia.

Sehingga hawa kebahagiaan itu menyebar ke seluruh penghuni rumah.

Adanya gangguan makhluk halus menyebabkan anak menangis tengah malam.

Ibu ini mengeluhkan bahwa sudah 2 tahun anaknya menangis di malam hari.

Sehingga menganggu anggota keluarga yang lain.

Setelah berbagai cara, akhirnya orang tua ini memutuskan untuk diruqyah.

Ya,

Dari praktisi ruqyah, sudah banyak pengalaman anak sembuh setelah di ruqyah.

Kalau anak sering rewel dan menangis tengah malam, ruqyah orang tuanya.

“Setelah diruqyah, alhamdulillah anak saya bisa tidur pulas.”

Begitu pengakuan seorang ibu kepada terapis ruqyah.

Biasanya anaknya selalu menangis keras di tengah malam. Dan tidak bisa didiamkan.

Selalu begitu setiap malam.

Sampai akhirnya ia disarankan oleh keluarganya untuk diruqyah.

“Saya muntah-muntah selama proses ruqyah.” Ujarnya.

Setelah terapi ruqyah, ia mengakui hatinya lebih tenang. Pikirannya lebih damai.

Begitu pula dengan anaknya; tidur nyenyak tanpa gangguan dari tangisan kerasnya.

Meruqyah anak dengan membacakan ayat-ayat perlindungan.

Selain meruqyah orang tuanya, bisa juga dengan melakukan ruqyah pada anak.

Caranya:

Ambil seember air putih. Kemudian bacakan

Alfatihah
Al falaq
Al naas
Al ikhlas.

Niatkan untuk meruqyah (menyembuhkan) penyakit pada anak.

Tiupkan pada air tersebut setiap kali selesai membacakan ayat-ayat tadi.

Kemudian mandikan anak dengan air yang sudah diruqyah tersebut.

Menyipratkan air ruqyah ke setiap ruangan di rumah.

Hal lainnya yang bisa dilakukan adalah menyemprotkan air ruqyah ke seluruh ruangan.

Anda bisa membuat air ruqyah sendiri.

Bacakan air dengan surat al ikhlas, an naas, dan al falaq. Tiupkan ke air.

Kemudian gunakan penyemprot kecil (yang biasa untuk menyetrika) untuk menyemprotkan ke semua ruangan.

Lakukan setiap menjelang maghrib dan ba’da syubuh.

Sering membaca surat al baqoroh di dalam rumah.

Bacalah surat al baqoroh. Itu adalah sunnah.

Membaca surat al baqoroh dan al imran dapat membentengi rumah dari pengaruh jahat jin, sihir, dan hal semacamnya.

Rutinkanlah membacanya sehingga rumah terasa lapang.

Gunakan rumah untuk sholat sunnah.

Kecuali sholat jamaah, sholat terbaik adalah sholat yang dilakukan di rumah kita sendiri.

Dengan seringnya mengerjakan sholat sunnah di rumah, maka rumahpun akan terasa sangat nyaman.

Hidup terasa lebih lapang.

Dan rumah menjadi tempat yang sangat menyenangkan.

Nah, itulah beberapa tips dari pengalaman mereka yang mengatasi anak yang menangis tanpa sebab di tengah malam.

Ibu, Mengapa Engkau Tidak Menyayangiku?

“Aku akan memperlihatkan ibu sebuah hadiah yang belum pernah ibu berikan untukku: Kejujuran” – Rayne Wolfe


Aku mencintai ibu meski ibu selalu memperlakukanku kurang menyenangkan. Semua hal yang dia inginkan selalu berusaha saya penuhi, termasuk prestasi. Jika saya melaksanakan sesuatu yang saya pikir akan menciptakan ibu bangga, ibu hanya membisu saja seakan menganggap itu sebagai hal yang tidak penting. Namun ibu tidak pernah merasa puas dengan apa yang saya lakukan. Ibu kerapkali membandingkan saya dengan orang lain, lebih banyak mengatur hidupku, dan sering mengomentari mengenai pilihan dalam hidupku. Ibu tidak pernah menanyakan bagaimana perasaanku, jikalau saya berkomentar saya akan ibu anggap sebagai anak yang melawan. Aku jadi ragu, apakah ibu sungguh menyayangiku?

Mungkin sebagian dari Anda pernah mencicipi hal di atas. Orang tua, terutama ibu, terlalu banyak mengatur dalam hidup Anda dan menuntut banyak hal dari Anda. Anda merasa bersalah, cemas dan tertekan jikalau gagal dalam memenuhi harapan ibu Anda. Meskipun tidak semua orang mencicipi ini, namun banyak juga yang mencicipi konflik dengan ibu mereka. Banyak dari mereka yang memberontak dan lari dari rumah, namun ada juga yang menentukan bertahan di rumah. Anda kerapkali merasa menyesal, merasa tidak layak dan merasa tidak dicintai, jikalau Anda melawan ibu Anda,

Dalam mencermati masalah, ada baiknya kita mempertimbangkan beberapa sudut pandang. Dimulai dari bagaimana Anda memandang ibu Anda misalnya. Ada banyak sekali penyebab yang mungkin menciptakan ibu Anda memperlakukan Anda menyerupai itu. Pertama, ibu Anda berguru dari pengalaman di masa lalu. Seringkali orang renta beranggapan apa yang dulu pernah dialaminya juga harus dialami oleh anaknya. Kedua, stress berat masa kemudian menghipnotis cara ibu mendidik Anda, sanggup baik, sanggup buruk. Misal ibu Anda pernah diperlakukan kurang menyenangkan oleh orang yang ia cintai sehingga melampiaskannya pada Anda. Ketiga, ibu Anda ingin membentuk abjad Anda dengan lebih baik, hanya saja caranya berlebihan.

Namun demikian, ada sebagian orang yang tetap berusaha untuk meyakinkan dirinya bahwa “ibuku tidak bermaksud jahat” meski ibu mereka berkali-kali menyakiti perasaan mereka. Nah lantas, bagaimana cara menghadapi ibu yang menyerupai ini?

Terimalah ibu Anda apa adanya1
Anda tidak sanggup mengubah siapa ibu Anda. Ibu Anda yaitu sosok tak tergantikan. Ada alasan mengapa ibu Anda bersikap menyerupai itu. Hal ini didukung oleh pengalaman hidup dan pembelajaran yang ibu Anda dapatkan. Jika ibu Anda sangat tegas, terlalu mengatur hidup Anda sanggup jadi itu bentuk sayang dan perhatian dari ibu Anda. Jika ibu Anda memperlakukan Anda dengan buruk, menyerupai menyakiti Anda entah lewat perkataan atau fisik sanggup jadi itu merupakan pengalaman dari masa lalunya. Bisa jadi hal ini dilakukan alasannya yaitu dahulu orang renta ibu Anda juga mendidik dengan keras.

Komunikasikan dengan ibu Anda
Alih-alih membalas perlakuan ibu Anda dengan perlawanan atau mengeluhkannya dalam hati, cobalah untuk membicarakannya dengan baik-baik pada ketika suasana hati ibu Anda sedang dalam keadaan baik. Ungkapkan apa yang Anda rasakan, apa yang Anda pikirkan mengenai apa yang selama ini Anda alami kepada ibu Anda. Ungkapkan bagaimana perasaan Anda yang sesungguhnya ketika mendapatkan perlakuan yang tidak berkenan dari ibu dan apa yang bahu-membahu Anda harapkan dari cara ibu Anda memperlakukan Anda.

Jangan lupa, cari sisi kasatmata ibu Anda. Ungkapkan apa yang sudah baik dari ibu Anda dan apa yang Anda sukai dari ibu. Tidak hanya itu, tanyakan juga perasaan ibu Anda, apa yang bahu-membahu ibu Anda inginkan dan harapkan dari Anda. Komunikasi ini sanggup sangat emosional untuk sebagian orang, dan bersiaplah untuk hal-hal yang sebelumnya tidak pernah Anda duga. Hal ini bukan hal yang buruk. Anda dan ibu Anda justru akan semakin bersahabat dan saling mengerti satu sama lain.

Carilah tunjangan dari orang lain2
Anda sanggup mencari tunjangan lewat kerabat, sahabat, teman, psikolog, guru bimbingan konseling (BK) di sekolah maupun layanan yang berdasarkan Anda sanggup menjawab permasalahan Anda. Lewat sahabat, kerabat, dan teman, mereka akan berusaha untuk selalu mendukung Anda meski mereka sendiri tidak mengalaminya. Di sisi lain, lewat psikolog dan guru BK Anda di sekolah akan membantu Anda untuk membentuk sudut pandang kasatmata terhadap ibu Anda. Selain itu, tentunya Anda merasa lega alasannya yaitu ada orang yang mau mendengarkan dan mendukung Anda.

Belajar memaafkan perilaku ibu Anda
Tidak hanya berlaku untuk ibu tapi juga untuk ayah Anda. Ibu Anda tidaklah tepat menyerupai yang Anda harapkan, niscaya ada kekurangan. Maafkanlah ibu Anda, biarpun ia selalu berusaha untuk menjadi orang renta terbaik untuk Anda. Seburuk-buruknya perlakukan mereka terhadap Anda, toh mereka tetap membesarkan Anda sampai sekarang.

Bagi sebagian orang, mengemukakan apa yang dirasakan kepada orang renta akan terasa berat sanggup alasannya yaitu gengsi, sanggup alasannya yaitu takut dimarahi. Bahkan untuk memaafkannya terasa menyulitkan untuk mereka. Berkomunikasi dan berusaha untuk memaafkan memang butuh keberanian yang besar. Namun akan berdampak luar biasa jikalau Anda berhasil melakukannya.


Referensi:
[1 & 2] How to manage a toxic mother. Artikel. https://www.psychologies.co.uk/how-manage-toxic-mother

Anda sanggup melihat artikel acuan lainnya di:
https://www.psychologytoday.com/blog/tech-support/201502/8-toxic-patterns-in-mother-daughter-relationships

Sumber gambar: www.thelifesquare.com

Let others know the importance of mental health !

Chrissy Teigen: Berjuang Menjadi Ibu Yang Lebih Baik

“Saya berbicara semoga orang tahu depresi pasca melahirkan bisa terjadi pada siapapun dan saya tidak ingin orang yang mengalaminya aib atau merasa sendiri. Satu hal yang niscaya adalah, untuk saya, terbuka untuk menceritakan apa yang sedang dihadapi akan banyak membantu.” (Chrissy Teigen)

Sebagian besar perempuan mengalami Postpartum Depression atau Depresi Pasca Melahirkan. Sudah banyak perempuan yang mengungkapkan pengalaman mereka mengenai hal itu, salah satunya ialah istri John Legend, Chrissy Teigen. Akhir April kemudian Chrissy Teigen melahirkan anak pertamanya, Luna, buah ijab kabul dengan suaminya, John Legend. Namun, Chrissy Teigen juga membagi pengalamannya kepada publik ihwal bagaimana ia harus kuat menghadapi depresi pasca melahirkan. Sebelum menyelami dongeng dari Chrissy, mari cari tahu apa yang dimaksud dengan Postpartum Depression (PDD).


Postpartum Depression ialah sebuah kondisi yang mensugesti 1 dari 9 perempuan merujuk dari data Centers for Disease Control and Prevention. Menurut Karen Kleiman, L.C.S.W., yang merupakan seorang direksi Postpartum Stress Center, menyampaikan bahwa perempuan yang mengalami depresi pasca melahirkan mencicipi kesedihan yang berlebihan, merasa putus asa, tidak berharga, dan rendahnya kepercayaan diri. Wanita yang mengalami depresi pasca melahirkan mempunyai tanda-tanda gampang gusar, lekas marah, kecemasan akut, dan serangan panik, sekaligus perasaan yang campur aduk. Mereka menjadi lebih sering menangis, kehilangan nafsu makan, dan kemampuan konsentrasi menurun. Terkadang mereka bisa mengalami pengalaman angker menyerupai dorongan yang tidak diinginkan untuk menyakiti bayi yang dilahirkan. Wanita yang mengalami depresi pasca melahirkan hampir tidak sanggup menikmati apapun dan bersenang-senang menyerupai biasanya.


Seperti yang dialami oleh istri penyanyi internasional John Legend, Chrissy Teigen yang juga mempunyai depresi pasca melahirkan anak pertamanya, Luna. Ia bercerita ihwal pengalamannya melalui surat terbuka. Chrissy tidak mengetahui kondisinya hingga pada hasilnya ia pergi ke dokter. Chrissy mengaku lelah untuk menghadapi rasa sakitnya alasannya lebih sering tidur di sofa, berdiri malam, muntah, dan lekas murka dengan orang, sekaligus tidak menikmati hidup, jarang bertemu teman-teman dan tidak berenergi untuk membawa bayinya jalan-jalan. Kemudian dokter Chrissy mengambil sebuah catatan dan memulai mendiagnosisnya. Dokter menyimpulkan Chrissy mengalami depresi pasca melahirkan atau Postpartum Depression (PPD) dan kecemasan.


Bagaimana hal tersebut dialami Chrissy ketika semuanya terasa berjalan baik? Sebenarnya Chrissy sudah merasakannya selama berbulan-bulan namun ia mengabaikan alasannya kurang sadarnya akan kesehatan mental. Ternyata, Postpartum Depression bisa terjadi pada siapa saja, tanpa terkecuali. Menurut Chrissy, ia merasa jauh lebih baik kini alasannya adanya proteksi dari sang suami, John. Chrissy juga mengkonsumsi obat anti-depresi, yang juga dikatakan sangat membantu. Selain itu Chrissy juga mencoba bercerita ihwal kondisi dengan orang-orang terdekat menyerupai teman-teman dan keluarga walaupun sedikit kesulitan ketika menjelaskannya. Chrissy menjelaskan dengan menyamarkan istilah depresi alasannya kata tersebut masih angker bagi sebagian orang. Hal yang juga besar lengan berkuasa bagi Chrissy ialah meminum obat anti-depresi dan menemui terapis atau psikolog yang telah membuatnya merasa lebih baik. Sebaiknya malah dianjurkan untuk menemui terapis atau psikolog mulai dari sebelum melahirkan.


Tidak ada yang bisa dilakukan John selain memperlihatkan proteksi kepada istrinya walaupun ia tidak mengerti secara eksklusif bagaimana rasanya pasca melahirkan. John Legend selaku suami merasa gembira bahwa istrinya mau membagi pengalamannya pada publik sehingga banyak orang yang sadar akan adanya depresi pasca melahirkan pada ibu.


Pengalaman yang dibagi oleh Chrissy Teigen menyadarkan para ibu yang mengalami hal yang sama bahwa mereka tidak sendiri. Berapapun kekayaan dan ketenaran yang Anda miliki, semua ibu bisa merasakannya. Untuk mengalami hal tersebut sama sulitnya bagi setiap orang tidak peduli di mana Anda tinggal. Jika Anda tidak mencari pertolongan atau perawatan, Anda bisa mengalami depresi bertahun-tahun dan itu bisa berdampak pada Anda dan bayi Anda. Jadi, mencari pertolongan dengan mengunjungi terapis atau dokter bukanlah hal yang buruk, justru itu ialah salah satu proses Anda untuk menjadi ibu yang lebih baik.


Referensi:
Chrissy Teigen. 5 March 2017.Chrissy Teigen Opens Up for the First Time About Her Postpartum Depression.
(http://www.glamour.com/story/chrissy-teigen-postpartum-depression)
Adam Boult. 6 March 2017. Chrissy Teigen Reveals Battle with Postnatal Depression. (http://www.telegraph.co.uk/tv/2017/03/06/chrissy-teigen-reveals-battle-postnatal-depression/)
Korin Miller. 6 March 2017. Here’s What You Need to Know About Postpartum Depression.
(http://www.glamour.com/story/heres-what-you-need-to-know-about-postpartum-depression)

Sumber foto:
https://www.google.co.id/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=imgres&cd=&ved=0ahUKEwjOmbre64nTAhWBRo8KHdcqDqMQjBwIBA&url=http%3A%2F%2Finm-baobab-prod-eu-west-1.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Finm%2Fmedia%2Fimage%2F2016%2F12%2F07%2F44611711johnlegendchrissyteagen.jpg&psig=AFQjCNGoO86W1TcDhv8nl30FR1RwvLXk4Q&ust=1491362262338806

Let others know the importance of mental health !

Keuntungan Dan Kerentanan Yang Dihadapi Ibu Muda

“Menjadi ibu muda, bukan berarti kehidupanku berakhir. Itu berarti kehidupanku dimulai lebih awal”

-Anonim

Pilihan menjadi ibu muda sering kali dianggap remeh oleh orang kebanyakan. Di usia yang seharusnya masih bisa untuk menimba ilmu lebih banyak lagi, mereka tetapkan untuk menikah di usia muda, kemudian mendapat gelar ‘mama muda’ begitu melahirkan anak pertama. Menjadi seorang ibu di usia yang masih muda tidak melulu penuh dengan kerugian yang dirasakan. Tentunya menikah muda pun penuh dengan pertimbangan pula sebelum balasannya tetapkan untuk membangun sebuah keluarga. Yuk kita bahas bersama apa saja kelebihan dan kerentanan yang mungkin dialami oleh ibu muda. Diawali dengan beberapa laba yang sanggup dirasakan menjadi ibu muda.

  1. Menikmati petualangan hidup bersama pasangan

Menentukan pilihan untuk menikah di usia muda, akan menciptakan ibu muda akan menikmati waktu bersama suaminya sanggup lebih lama. Anda lebih banyak merayakan momen hidup bersama. Di ketika Anda dan pasangan memulai hidup dari nol, perasaan susah dan bahagia bersama dilalui hingga menjadi mapan bersama1.

  1. Ambisi dan cita-cita tidak terhenti ketika menjadi Ibu muda

Ketika sudah lelah menjalani kehidupan dalam berkuliah, ada celetukan yang menentukan untuk ‘menikah saja’. Ada anggapan bahwa menikah yaitu satu hal terakhir yang bisa dilakukan ketika mereka sudah mentok dalam hidupnya dan tidak mempunyai tujuan lain. Hingga balasannya Anda tidak sanggup melanjutkan mimpi-mimpi Anda ketika sudah menjadi seorang ibu. Begitulah anggapan masyarakat pada umumnya. Namun perlu diketahui, justru yang tetapkan untuk melanjutkan ke jenjang ijab kabul yaitu mereka yang mempunyai tujuan jangka panjang dan matang. Dengan menikah, tinggal di dalam satu rumah bersama pasangan, mempunyai anak, membesarkan mereka dengan penuh rasa sayang, yaitu hal yang sudah terencana2. Berdua bersama pasangan menjadi kreatif dan akan mencari cara untuk mencapai tujuan langsung menjadi tujuan kebersamaan. Keputusan untuk menikah di ketika masih menimba ilmu di dingklik kuliah dilakukan oleh mahasiswi, bukan berarti mereka mengalah begitu saja pada studi. Masih banyak yang menentukan untuk melanjutkan kuliah dan tetap mengurus anak. Meski disadari bahwa membagi waktu antara studi dan mengurus anak tidaklah mudah.

  1. Mampu menciptakan planning di masa depan

Menikah di usia muda menciptakan ibu muda mulai memikirkan kehidupan keluarganya lebih awal, ibarat dimana nantinya akan tinggal, berapa banyak anak yang diinginkan, rumah ibarat apa yang diharapkan. Berencana semenjak awal bersama pasangan akan lebih muda, alasannya yaitu Anda telah menciptakan akad utama bersama pasangan dana bekerja sama dengannya sebagai satu tim3.

Selain laba yang sanggup dirasakan oleh ibu muda, beberapa kerentanan yang sanggup dialami oleh ibu muda ini juga perlu Anda ketahui!

  1. Melahirkan di usia belia akan besar lengan berkuasa pada kesehatan

Salah satu riset menyatakan bahwa menunda untuk menjadi ibu pada usia belia akan memberi dampak positif terhadap kesehatan perempuan. Terutama, ketika menginjak usia 40 tahun. Perempuan yang melahirkan di usia 25-35 tahun akan mempunyai kondisi kesehatan lebih baik daripada mereka yang melahirkan di usia lebih muda. Penelitian dilakukan di Amerika Serikat yaitu di Universitas Ohio. Perempuan yang melahirkan di usia belia cenderung mempunyai nilai diri lebih rendah terhadap kesehatan. Profesor sosiologi dari Universitas Ohio, Kristi Williams, menyampaikan tantangan kesehatan yang dihadapi ibu-ibu belia ini lebih tinggi ketika menyentuh usia pertengahan abad4.

  1. Masih sulit untuk mengontrol emosi

Permasalahan yang rentan dialami oleh ibu muda yaitu sulit dalam mengontrol diri dan emosi, tidak hanya pada ibu muda namun pada pasangan muda. Pakar relationship dari University of Queensland juga mengungkapkan dalam menghadapi masalah, pikiran bercerai akan terlintas di benak. Berbeda halnya dengan Anda yang menikah di usia matang. Banyak pertimbangan yang dipikirkan ketika menghadapi permasalahan dalam pernikahan. Sebisa mungkin Anda dan pasangan akan mencari jalan keluar tanpa harus mengakhiri dengan perceraian5. Perlu diingat tidak selalu pernikahan muda akan berakhir pada perceraian, namun mempunyai kerentanan yang lebih tinggi.

  1. Lebih rentan untuk mengalami depresi

Ibu muda mempunyai kemungkinan kerentanan lebih tinggi untuk terlibat dalam sikap yang berisiko (misalnya, penggunaan narkoba) dan mengalami tanda-tanda depresi, dengan tingkat sedang hingga tanda-tanda depresi parah ditemukan di antara 30-60% dari ibu muda.6 Ibu muda menghadapi beberapa pembiasaan besar untuk identitas mereka dan mereka sangat rentan mengalami depresi postpartum, stres dan perasaan terisolasi.


Sumber Data Tulisan

  1. jawapos.com
  2. http://daihatsu.co.id/kokgituya/article/lifestyle/mitos-pernikahan-dini-dan-fakta-dibaliknya
  3. http://www.hipwee.com/opini/15-keuntungan-menikah-di-usia-muda/
  4. https://m.tempo.co/read/news/2015/12/16/060728052/menunda-jadi-ibu-di-usia-muda-lebih-baik-bagi-kesehatan
  5. http://lifestyle.liputan6.com/read/2661709/benarkah-pasangan-yang-menikah-muda-rentan-bercerai
  6. Easterbrooks, M.A, Chaudhuri, J.H, Bartlett, J.D, & Copeman, A. 2010. Resilience in parenting among young mothers: Family and ecological risks and opportunities. Children and youth services review. elsevier.com/locate/childyouth

Feature Image Credit: http://www.shutterstock.com

Let others know the importance of mental health !

Menjadi Ibu Bekerja Yang Efektif

Selalu besar lengan berkuasa dan beranilah. Hati seorang ibu bekerja laksana hati para pejuang.

-Claudia Goethic Powell

Tidak gampang membagi waktu, pikiran dan energi antara kehidupan karir dan kehidupan rumah tangga. Itulah sebabnya menjadi ibu bekerja layak dianalogikan bagai para pejuang. Bekerja demi mencapai target-target perusahaan, mengurus belum dewasa di rumah, melayani kebutuhan suami maupun menuntaskan pekerjaan rumah tangga menjadi serangkaian puzzle tanggung jawab yang harus dilaksanakan seorang ibu bekerja secara bersamaan. Sehingga perlu seni administrasi cerdas semoga seorang ibu bekerja bisa menuntaskan semua tanggung jawab tersebut tanpa menjadi kelelahan atau stress. Pijar psikologi mencoba menciptakan serangkaian seni administrasi untuk menimbulkan kita ibu bekerja yang efektif.

         1. Tidak membawa PR dari kantor ke rumah

Usahakan rumah dan kantor menjadi 2 dunia yang berbeda yang tidak dicampur adukkan, dikala berada di kantor mari kita bekerja semaksimal mungkin dan dikala berada di rumah yaitu dikala beristirahat dari acara rutin dan men-charge jiwa dengan berkumpul dengan keluarga, sehingga usahakan tidak ada PR (pekerjaan rumah) dari kantor yang di bawa pulang ke rumah.

  1. Manfaatkan waktu gathering santai

Momen-momen ibarat gathering santai bersama teman dekat, arisan keluarga ataupun reuni sekolah yaitu saat-saat istimewa yang sebaiknya kita nikmati dengan melepas sejenak pikiran perihal keadaan rumah.

  1. Mendelegasikan tugas

Manager terbaik dari eksekutif hingga CEO yaitu orang-orang yang tau bagaimana cara mendelegasikan tugas.1 Pendelegasian tugas-tugas di rumah, baik kiprah mengurus anak maupun pekerjaan rumah tangga sanggup dilakukan dengan cara pembagian kiprah kepengurusan anak dengan suami, mengajari si abang (anak tertua) mengurus adiknya (misal menyuapi, mengajak bermain, memandikan dsb) ataupun jikalau memungkinkan adanya PRT (pembantu rumah tangga) sanggup sangat membantu.

  1. Meminta proteksi orang terdekat

Saat kita dan suami sedang ada tuntutan pekerjaan dinas ke luar kota dsb ada baiknya kita meminta proteksi mengurus anak kepada ibu/mertua maupun tetangga/sahabat (yang sudah sangat erat dan terpercaya) dengan catatan tetap terus berkomunikasi dengan mereka dikala break bekerja untuk memantau perkembangan anak. Namun kita harus benar-benar memastikan kerabat atau teman tersebut kondusif dan terpercaya 100%, lantaran sudah banyak perkara yang diberitakan di Indonesia kekerasan seksual pada anak (yang kebanyakan dilakukan pedofilia) justru dilakukan oleh orang di sekitar kita ibarat tetangga atau kerabat kita. Lama waktu mengenal mereka beserta seluk beluknya harus kita pertimbangkan.

5. Self Management/ Relaxation

Jika ibu bekerja tidak memprioritaskan dirinya, baik kesejahteraan psikologisnya maupun ketenangan emosionalnya maka ia tidak akan bisa menjadi ibu bekerja yang efektif dan tidak bisa bahagia. 2 Ibu senang dan hangat dalam rumah berserakan lebih dicintai suami dan belum dewasa daripada rumah yang tepat namun dengan ibu yang penggerutu dan pemarah.

6. Maksimalkan weekend

Saat weekend tiba, saatnya memaksimalkan waktu tersebut untuk rekreasi, sharing dari hati ke hati dengan suami secara lebih mendalam, mendengarkan kisah belum dewasa perihal sekolah mereka maupun bermain-main dengan anak-anak.

  1. Buat hukum yang jelas

Menjadi ibu bekerja berarti mengandung konsekuensi bahwa terkadang kita tidak bisa terus menerus meladeni anak, kita juga harus bekerja sama dengan anak untuk tugas-tugasnya di rumah. Maka dari itu pembuatan hukum yang terang dengan anak, serta penerapan kedisiplinan yang ketat perihal tanggung jawab yang harus dilakukan anak di rumah akan sangat membantu kita mengurangi tuntutan tinggi sebagai ibu bekerja.

Menjadi ibu rumah tangga maupun ibu bekerja yaitu sebuah pilihan hidup. Masing-masing mengandung kelebihan maupun kekurangannya. Bila Tuhan Memberkati kita dengan takdir menjadi seorang ibu bekerja, berarti itu merupakan amanat yang harus kita laksanakan sebaik-baiknya. Tidak ada yang lebih membahagiakan jikalau seorang ibu bekerja sanggup mengaktualisasikan diri di kantor namun tetap menjadi ibu yang hangat dan dicintai suami dan belum dewasa di rumah.


Sumber Data Tulisan

1 dan 2 : www.psychologytoday.com

Featured Image Credit: www.kompasiana.com

Let others know the importance of mental health !

Ibuku, Sahabatku

Anak Anda akan menjadi menyerupai Anda, jadi bersikaplah sebagaimana Anda ingin mereka bersikap

-David Bly

Ihh, anaknya siapa ya itu? Lucu. Pinter banget

Apakah itu yang terlintas dipikiran Anda ketika melihat anak yang menggemaskan, bertingkah lucu dan cerdas? Sudah menjadi kesimpulan secara umum di masyarakat bahwa orangtua yang mempunyai huruf yang baik dan berperilaku sopan maka anaknya tidak akan jauh beda. Begitupun sebaliknya. Seperti pepatah yang sudah sering terdengar, buah yang jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Artinya, huruf seorang anak entah itu sifat atau sikap kemungkinan besar tidak akan jauh beda dengan orangtuanya.

Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu apa itu karakter. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, susila atau kebijaksanaan pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain1. Karakter juga sanggup disebut sebagai satu kualitas atau sifat yang tetap-terus menerus dan kekal yang sanggup dijadikan ciri untuk mengidentifikasikan seorang pribadi, suatu objek atau kejadian2. Karakter yang baik yakni huruf yang berkaitan dengan mengetahui yang baik (knowing the good), menyayangi yang baik (loving the good) dan melaksanakan yang baik (acting the good)3. Dalam pengembangan atau pembentukannya, huruf seseorang sanggup dipengaruhi melalui sikap yang ada di sekitar individu tersebut. Salah satu sikap yang sanggup mempengaruhi huruf seseorang yakni sikap Ibunya. Seorang Ibu mempunyai tugas penting dalam pembentukan huruf anak.

Pentingnya tugas seorang ibu

Mengapa Ibu mempunyai tugas penting dalam pembentukan huruf anak? Sebagai seseorang yang mengandung anak selama 9 bulan, Ibu terperinci mempunyai efek besar baik itu secara psikologis dan medis terhadap seorang anak. Bahkan periode perkembangan insan yang berlangsung semenjak konsepsi hingga kelahiran atau yang disebut sebagai periode pre-natal yakni periode yang dianggap paling memilih huruf seorang anak. Dianggap paling memilih alasannya yakni pada periode pre-natal janin mengalami perkembangan fisik sekaligus juga mengalami perkembangan psikologis4. Pada periode pre-natal terjadi momen penurunan info orang renta terutama Ibu kepada sang janin. Informasi tersebut mencakup bentuk fisik, sifat bawaan bahkan minat.

Ibu yakni teman terbaikku!

Anda niscaya sudah tau dosis atau kriteria bagaimana seseorang sanggup dikatakan sebagai sahabat. Yap, benar sekali. Seseorang sanggup dianggap teman salah satunya sanggup dilihat dari kedekatan atau kelekatannya. Nah, di psikologi sendiri kelekatan sering juga disebut attachment. John Bowlby sebagai tokoh pertama yang memperkenalkan teori attachment menjelaskan kelekatan seorang anak dengan orangtuanya terutama Ibu merupakan sumber kognitif dan emosional anak untuk mengeksplorasi lingkungan dan kehidupan sosialnya. Hubungan kelekatan anak dengan Ibunya juga akan mempengaruhi teladan sikap si anak kelak ketika memasuki usia dewasa5.

Pada dasarnya kedekatan seorang anaknya dengan Ibu sudah tidak sanggup dipungkiri lagi. Mengandung selama 9 bulan dan selama 2 tahun menyusui menjadi bukti positif bahwa seorang anak dengan Ibu mempunyai kedekatan sudah semenjak dalam kandungan dan terus berlanjut nantinya hingga anak menjadi dewasa. Ibu juga mempunyai tugas penting dalam tumbuh kembangnya seorang anak. Sosok Ibu tumbuh bersama dengan dewasanya seorang anak. Baik itu tumbuh kembang secara fisik maupun psikis dan pastinya huruf seorang anak juga dipengaruhi oleh sosok seorang Ibu. Ibu juga merupakan sosok guru pertama kali di kehidupan seorang anak. Seberapa dekatnya Anda dengan Ibu juga mempengaruhi huruf Anda, coba Anda ingat kembali. Jadi, seberapa dekatkah Anda dengan Ibu? Apakah Anda menyerupai dengan Ibu, Anda?


Sumber Data Tulisan

[1] Selengkapnya cek laman web http://www.kbbi.web.id/karakter

[2] Selengkapnya sanggup dibaca pada buku Kamus Lengkap Psikologi J.P Chaplin

[3] Selengkapnya sanggup dibaca pada jurnal psikologi dengan judul Mengapa Pendidikan Karakter? Oleh Ajat Sudrajat FIS Universitas Negeri Yogyakarta

[4] http://kompasiana.com/fatimatulkhasanah.com/pentingnya-perkembangan-masa-prenatal_54f89f5fa3331123098b479b

[5] Selengkapnya sanggup dibaca pada buku pintar Pemikiran Tokoh-Tokoh Psikologi dari Klasik hingga Modern yang ditulis oleh Eka Nova Irawan

Let others know the importance of mental health !

Ayah, Bunda… Dukung Saya Ya!

Kurang cerdas sanggup diperbaiki dengan belajar. Kurang cakap sanggup dihilangkan dengan pengalaman. Namun, tidak jujur itu sulit diperbaiki.

-Bung Hatta-

“Kok muka anak Bunda ketekuk gitu? Ada apa?”

“…”

“Ditanya kok diem aja?’’

“Nilaiku jelek, Nda.’’

“Tuhkan, buruk lagi. Kamu niscaya nggak berguru kan? Klo nilamu buruk gitu nilainya gimana mau sukses?’’

Siapa diantara Ayah, Bunda yang masih melaksanakan menyerupai ilustrasi di atas? Atau justru Anda yang menjadi di posisi mendapat nilai jelek? Menurut Anda, apa salah satu alasannya seseorang mendapat nilai buruk ketika ujian?

Salah satu dugaan terbesar dari seseorang yang mendapat nilai buruk yaitu kurangnya perjuangan dalam berguru mempersiapkan ujian. Kemungkinan lain yang menyebabkan seseorang kurang usahanya dalam mempersiapkan ujian yaitu self-efficacy yang rendah. Lalu apa yang dimaksud dengan self-efficacy? Self-efficacy yaitu evaluasi wacana seberapa besar kemampuan seseorang dalam menghadapi suatu situasi. Self-efficacy berbeda dengan rasa percaya diri. Rasa percaya diri identik dengan perasaan merasa bisa tanpa sebelumnya menganalisis kemampuan diri sendiri. Bandura menganggap bahwa sikap seseorang dipengaruhi oleh self-efficacy yang dimiliki.[1] Seseorang yang kurang belajarnya dalam mempersiapkan ujian lantaran kurang percaya bahwa berguru akan membantunya dalam menghadapi ujian. Rasa tidak percaya tersebut merupakan efek dari seseorang yang mempunyai self-efficacy yang rendah.

Seseorang yang mempunyai self-efficacy yang baik atau konkret cenderung mengerjakan suatu kiprah tertentu sebagai sebuah tantangan sekalipun kiprah yang dikerjakan yaitu kiprah yang sulit. Berbeda dengan seseorang yang mempunyai self-efficacy yang rendah, menghindari kiprah yang sulit. Bagi seseorang yang mempunyai self-efficacy yang tinggi dan baik mempunyai kesepakatan untuk mencapai suatu tujuan dan berusaha keras untuk mencegah kegagalan. Meskipun begitu, ketika gagal mereka (red : orang yang mempunyai self-efficacy tinggi dan baik) menganggap bahwa itu disebabkan kurangnya usaha, keterampilan dan pengetahuan mereka.

Salah satu faktor yang sanggup menciptakan seseorang mempunyai self efficacy yang baik yaitu dukungan sosial yang diberikan dari lingkungannya. Sebuah penelitian menyampaikan bahwa ada relasi yang sangat signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan self-efficacy. Semakin tinggi dukungan sosial keluarga yang dimiliki oleh seseorang maka, semakin tinggi pula self-efficacy seseorang tersebut, begitu pula sebaliknya.[2]

Apa hubungannya self-efficacy dengan ujian?

Sebelumnya telah dibahas bahwa dukungan sosial mempengaruhi self-efficacy seseorang. Salah satu dukungan sosial yang sanggup diberikan yaitu info wacana kemampuan diri seseorang. Dalam menghadapi ujian, seseorang membutuhkan hal-hal yang menciptakan dirinya merasa percaya dengan kemampuan yang dimilikinya. Ayah, Bunda atau lingkungan sekitar bisa melakukannya dengan cara memperlihatkan kalimat-kalimat yang membantu seperti,

Bunda lihat nilai ujian bahasamu kemarin bagus, Nak! Ujian kali ini usahakan lebih manis lagi ya nilaimu

Anak Ayah andal nih! Ujian kemarin nilai matematikanya sudah 70. Ujian kali ini anak Ayah niscaya bisa meningkat nilai matematikanya

Tidak harus manis nilai ujianmu lantaran jujur yaitu hal yang paling penting. Walaupun Ayah dan Bunda akan lebih senang lagi jikalau nilai ujianmu bagus.

Ayah, Bunda… dukung saya ya!

Di masa-masa ujian menyerupai ini derma orangtua sangat diharapkan oleh seorang anak dalam menghadapi ujian. Tidak menuntut mereka untuk juara kelas. Tidak membebani mereka dengan harapan-harapan orangtua yang sebetulnya tidak sesuai dengan kemampuannya. Pemahaman orangtua yang baik wacana kemampuan anaknya sanggup membantu mereka membentuk self-efficacy yang tinggi dan baik. Ujian bukan lagi sebuah beban apalagi bahaya bagi orang-orang yang self-efficacynya tinggi dan baik. Alangkah bahagianya jikalau dukungan dan orangtua memang sesuai dengan kemampuan si Anak. Ayah, Bunda doa dan dukung saya dalam ujian ya!


Sumber Data Tulisan

[1]Selanjutnya sanggup dibaca pada jurnal psikologi dengan judul Efikasi Diri, Dukungan Sosial Keluarga dan Self Regulated Learning pada Siswa Kelas VIII oleh Nobelina Adicondro dan Alfi Purnamasari Universitas Ahmad Dahlan

[2]Selanjutnya sanggup dibaca pada jurnal psikologi dengan judul Hubungan Antara Dukungan Sosial dengan Self-Efficacy pada Remaja di SMU Negeri 9 Yogyakarta oleh Niken Widanarti dan Aisah Indati Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Featured Image Credit: https://changeche.wordpress.com

Let others know the importance of mental health !