Invictus: Perbaiki Prasangka Lewat Olahraga

“Zaman telah berubah, kita juga perlu untuk berubah.” – Nelson Mandela

Apa akhirnya kalau sebuah tim olahraga nasional tidak lagi dipercaya oleh masyarakatnya sendiri? Bagaimana akhirnya kalau sebuah tim olahraga nasional akan dibubarkan oleh masyarakatnya sendiri? Dari Invictus, kita akan lebih memahami besarnya kekuatan sebuah prasangka. Sebab film ini mengisahkan usaha tim rugbi asal Afrika Selatan, Springboks, yang tidak hanya mengalahkan tim lawan tetapi juga prasangka masyarakat

Perjuangan Awal Mandela Sebagai Presiden

Empat tahun sehabis bebas dari penjara Victor Verster, tahun 1994 Nelson Mandela berhasil memenangkan pemilu presiden pertama di Afrika Selatan. Sebagai salah satu tokoh pejuang anti apartheid di Afrika Selatan, ia berhasil memenangkan hati dan kepercayaan dari warga Afrika Selatan. Apartheid merupakan politik diskriminasi untuk kulit gelap di wilayah Afrika Selatan. Isu ini bergulir semenjak tahun 1948.

Perjuangan Mandela di awal kepemimpinan sanggup dikatakan tidak mudah. Ia harus mulai menata setiap lini dalam negara, salah satunya yang terberat yakni bidang ekonomi. Mandela perlu berjuang untuk menarik kepercayaan dari negara lain supaya mau berinvestasi di Afrika Selatan.

Di ketika yang bersamaan, luka masa kemudian yang berasal dari politik apartheid masih belum sepenuhnya pulih bagi sebagian besar masyarakat. Salah satu kenyataan yang begitu terang terlihat yakni kebencian masyarakat terhadap Springboks, tim rugbi nasional milik Afrika Selatan.

Dalam pertandingan rugbi antara Inggris dan Afrika Selatan, Mandela mendapati bahwa orang-orang berkulit hitam lebih antusias menunjukkan semangat untuk tim rugbi asal Inggris dibandingkan untuk Springboks. Ia kemudian tahu bahwa bagi sebagian besar masyarakat, Springboks masih dianggap sebagai salah satu bentuk Apartheid. Sebagian besar anggota Springboks, termasuk kapten tim yakni orang berkulit putih. Kekalahan telak Springboks menciptakan masyarakat semakin membenci tim rugbi ini.

Dukungan Mandela untuk Springboks

Bagi Mandela, kondisi yang dialami oleh Springboks merupakan citra positif perihal cara pikir sebagian besar masyarakat di Afrika Selatan. Maka dari itu, Mandela berinisiatif untuk turun tangan eksklusif menghadapi gosip ini. Mandela berniat untuk memperbaiki prasangka yang salah di masyarakat perihal Springboks. Terlebih lagi, tahun 1995 Afrika Selatan menjadi tuan rumah dalam kejuaraan rugbi dunia.

Mandela berinisiatif untuk menemui François Pienaar, kapten tim Springboks. Padanya, Mandela memberikan impian dan optimisme untuk kemenangan Springboks dalam piala dunia tahun itu, 1995. Mandela sanggup dikatakan sebagai satu-satunya orang di luar tim rugby, yang percaya bahwa Springboks sanggup menjadi pemenang.

Tidak hanya melalui dukungan, Mandela juga berusaha memperbaiki nama Springboks melalui publikasi di media perihal aktivitas latihan mereka. Mandela juga secara tidak eksklusif mengajak Springboks ke dalam banyak sekali training tidak terduga. Springboks diminta untuk bermain rugbi sekaligus mengajari belum dewasa di pinggiran kota. Mereka juga sempat diajak berkunjung ke penjara kawasan Mandela ditahan bertahun-tahun.

Invictus, dalam bahasa latin, mempunyai makna tak terkalahkan

Film bergenre drama ini mengajarkan sebuah optimisme dan usaha yang pantang menyerah. Dari Springboks kita sanggup memahami bahwa usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Sementara itu, kekuatan berpikir optimis juga turut kuat terhadap keberhasilan tim.

Mandela dan Pienaar sungguh-sungguh yakin bahwa Springboks bukanlah sekadar tim rugbi nasional. Ada misi yang lebih besar dari pertandingan piala dunia pada 1995. Mereka percaya bahwa kemenangan Springboks kelak akan berhasil meluluhkan prasangka jelek terhadap Springboks. Selain itu, olahraga ini juga kelak akan sanggup menyatukan seluruh lapisan masyarakat Afrika Selatan.

Dari Invictus, kita juga sanggup berguru bahwa tidak selamanya prasangka yang ada dalam masyarakat yakni sesuatu yang benar. Prasangka justru seringkali menjadi penyebab kita untuk menutup diri atas hal-hal yang berbeda dan absurd bagi kita. Mari lebih bijak dalam berpikir, selami pokok masalah sebelum mulai berprasangka!

Informasi Film

Sutradara: Clint Eastwood
Aktor: Morgan Freeman, Matt Damon, Tony Kgoroge
Tahun rilis: 2009
Produksi: Warner Bros. Pictures
Durasi: 2 jam 14 menit

Sumber gambar:
http://www.imdb.com/title/tt1057500/mediaviewer/rm469405184

Let others know the importance of mental health !

American Sniper: Sisi Insan Dari Seorang Penembak Jitu

Tuhan, negara, keluarga. Paham? “ – Chris Kyle

Sang Legenda”, begitulah para tentara Amerika menyebutnya. Ialah Chris Kyle, seorang veteran perang Amerika yang memperjuangkan negaranya pada Perang Irak 18 tahun silam. Pencapaian heroik Kyle telah dibuktikan dengan 4 tur pertempuran  dan kemampuan menembak yang telah menumpas 160 jiwa dari pihak lawan.  Sebelas tahun pengabdiannya diakhiri dengan aksinya membunuh sasaran utama Amerika kala itu melalui tembakan jarak jauh yang sangat sulit diperkirakan keakuratannya. Tak heran film “American Sniper” yang berasal dari kisah konkret ini sukses menginspirasi banyak penonton. Kisah kepahlawanan yang inspiratif terasa begitu kental ketika menyimak film yang satu ini.

Pengorbanan yang ia berikan tentu tak lepas dari aneka macam halang rintang. Benar saja, alasannya ialah senapannya yang sangat mematikan, dirinya menjadi buronan terbesar para teroris Irak sampai kepalanya dijadikan sayembara dengan nilai $100.000. Selama penugasan di tanah Irak tersebut, Chris Kyle harus menahan sakitnya tertembak berkali-kali. Ledakan, topan pasir, dan serangan kerap menerpanya tanpa henti dan tak terduga. Tak terelakkan sewaktu-waktu ia harus menyaksikan rekan-rekannya terkapar tak berdaya akhir tembakan lawan. Rasa dendam, takut, dan cemas meliputinya setiap saat. Belum lagi kerinduan yang menyesakkan dada kepada istri dan kedua anaknya.  Sepak terjang sang penembak jitu ternyata tak semulus yang dibayangkan.

Belasan tahun dekat dengan medan perang menciptakan ia menjadi sosok yang berbeda ketika kembali ke kampung halaman. Kyle yang merupakan lelaki hangat dan perhatian seketika berkembang menjadi seseorang yang kaku dan temperamental. Kekecewaan mendalam dirasakan oleh sang istri ketika harus menemui orang yang ia cintai telah berubah. Kerinduan yang telah ditahan berbulan-bulan tak terbalaskan meskipun suaminya sudah pulang ke rumah. Hal ini tentu tidak hanya berat bagi istrinya. Kyle sendiri tak mengerti mengapa ia menjadi menyerupai itu. Meski ia berada di rumah, ia masih merasa menyerupai berada di tanah penuh ledakan. Instingnya terus menyuruhnya untuk melindungi semua orang yang ada di sekitarnya. Bahkan ia sempat hampir menyerang anjing peliharaannya sendiri hanya alasannya ialah anjing tersebut sedang bermain dengan anaknya. Ia merasa harus tetap waspada dan siap mati meskipun ia telah ada daerah yang aman. Di masa pensiunnya, ia menyadari bahwa apa yang ia rasakan merupakan akhir dari post-traumatic stress disorder (PTSD) yang ia alami. Kondisi mental tersebutlah yang membuatnya tak bisa lepas dari stress berat berat yang ia alami di masa perang meskipun pertempuran tersebut telah usai.

Kyle tidak sendirian. Ketika ia memeriksakan dirinya ke psikiater, ia dipertemukan dengan banyak orang lain dengan gangguan PTSD yang telah kehilangan anggota-anggota badan mereka dan mengalami stress berat yang berat. Setelah membuatkan kisah dengan teman-teman yang senasib dengannya, perlahan keadaannya mulai membaik. Ia kembali menjadi sosok ayah yang dibutuhkan keluarganya. Sayangnya kebahagiaan ini hanya berjalan sebentar. Beberapa tahun setelahnya ia dibunuh oleh seorang veteran perang yang juga mengalami PTSD.  Kenyataan tersebut begitu miris mengingat ia telah melewati keadaan-keadaan yang nyaris menghabisi nyawanya di gala perang, namun harus menghembuskan nafas terakhirnya di tangan seorang kawan.

Akhir dari kisah Chris Kyle ini menyayat hati para penikmat film “American Sniper” di seantero dunia, khususnya warga Amerika yang mencicipi pribadi jasa pahlawan mereka. Kisah ini menerangkan bahwa meskipun PTSD merupakan kondisi mental yang kompleks bahkan sanggup membahayakan orang disekitarnya, kondisi tersebut sanggup disembuhkan serta mengembalikan orang yang kita sayangi menyerupai sedia kala. Sungguh sebuah film yang sayang untuk Anda lewatkan.

Informasi Film1

Judul: American Sniper

Genre: Action, Biography, Drama

Sutradara: Clint Eastwood

Aktor: Bradley Cooper, Sienna Miller, Kyle Gallner

Tahun Rilis: 2014

Produksi: Warner Bros. Pictures

Durasi: 2 jam 13 menit


Sumber Data Tulisan

  • 1Informasi film selengkapnya sanggup dilihat di http://www.imdb.com/title/tt2179136/

Featured image credit: americansnipermovie.com

 

Let others know the importance of mental health !

The Aviator: Dongeng Konkret Seorang Tokoh Terkemuka Bidang Penerbangan Dan Ocd Yang Dia Miliki

“Jangan katakan saya tidak sanggup melakukannya; jangan katakan itu tidak sanggup diselesaikan” – Leonardo DiCaprio (The Aviator)

Film The Aviator menceritakan sebuah kisah konkret dari Howard Hughes (Leonardo DiCaprio) pada tahun 1927 sampai 1947. Saat-saat tersebut merupakan usaha Howard dalam mencapai kesuksesannya sebagai produser film dan tokoh terkemuka di bidang  penerbangan, serta perjuangannya dalam menghadapi kelainan yang ia miliki, yaitu Obsessive-Compulsive Disorder (OCD).

Pada awal film, dikisahkan bahwa Hughes yang ketika itu berusia 9 tahun, sedang dimandikan oleh ibunya sambil berulang kali diperingatkan bahwa ia tidak aman dan diajari mengeja kata QUARANTINE (karantina). Selanjutnya, ketika berusia 22 tahun, Hughes mempersiapkan produksi Film Hell’s Angels yang bertema perang pesawat terbang. Pada pembuatan film ini, Hughes rela mengeluarkan budget yang cukup banyak untuk memperoleh hasil yang sempurna. Ia akan mengulangi beberapa adegan berkali-kali kalau dirasa masih belum sesuai dengan harapannya; menunggu dan mencari kondisi alam yang sesuai sebagai ‘efek’ (misal, mendatangi suatu daerah alasannya ialah terdapat awan yang elok sebagai ‘background’ adegan penerbangan); dan bahkan ketika film sudah selesai dan ditayangkan perdana, ia masih saja melihat adanya kekurangan dan melaksanakan reka adegan ulang.

Film Hell’s Angels ini berhasil memikat hati penonton ketika itu. Ketika memproduksi film tersebut, Hughes juga mengejar seorang perempuan berjulukan Katharine Hepburn (Cate Blanchett). Hepburn menjadi sumber derma dan kepercayaan diri yang utama bagi Hughes. Akan tetapi, kekerabatan keduanya tidak berlangsung lama. Suatu saat, muncul pemberitaan bahwa Hughes bersama perempuan yang berbeda-beda setiap malamnya dan hal ini menciptakan Hepburn murka kepada Hughes. Ia kemudian bertemu seorang laki-laki di lokasi syuting dan menyatakan kepada Hughes bahwa ia jatuh cinta kepada  laki-laki tersebut. Setelah keduanya tetapkan untuk berpisah, Hughes mengkremasi seluruh pakaian miliknya yang pernah tersentuh oleh Hepburn.

Setelah pembuatan film Hell’s Angels, Hughes memproduksi film selanjutnya yang berjudul The Outlaw. Ia sangat memperhatikan detail dan menginginkan segala sesuatu tepat dalam filmnya. Hal ini tak jarang menciptakan rekan-rekannya menjadi bingung, kaget, dan merasa Hughes terlalu berlebihan.

Hughes juga tidak menyukai bila rekan kerjanya tampak tidak bersih. Terdapat suatu adegan ketika ia melihat terdapat sebuah kotoran kecil di jas rekan kerjanya, kemudian ia memperlihatkan sapu tangan kepada rekannya itu untuk membersihkannya. Namun, ketika sapu tangan tersebut hendak dikembalikan, Hughes berkata kepada rekannya untuk membuangnya saja.

Ketika ia tidak menyukai seseorang, Hughes tidak ingin bersentuhan dengannya. Hal ini  ditunjukkan ketika ia putus dengan Hepburn (membakar pakaian) serta sehabis ia bersalaman dengan seorang rekan kerja yang tidak ia sukai. Ketika itu, ia eksklusif mencuci tangannya sampai berdarah dan ia tidak berani memegang gagang pintu kamar mandi (khawatir tangannya kotor).

Hughes juga tidak segan-segan memecat karyawannya yang terlihat selalu menatapnya (memperhatikan) dan menjadikan debu di lokasi syuting film yang sedang ia buat. Jika sedang tertekan, ia juga sulit mengendalikan ucapannya (berbicara berulang-ulang), sampai ia harus menutup mulutnya untuk menghentikan ucapannya dan berakhir dengan mengeja ‘quarantine’.

Hughes sangat terobsesi dengan kebersihan. Beberapa sikap tersebut bahkan menjadi lebih sering muncul ketika Hughes sedang berada dalam situasi tertekan. Film yang menarik, bukan? Bagaimana kelanjutannya? Yuk, tonton lebih lanjut Film The Aviator!

Informasi Film1

Judul               : The Aviator

Genre              : Biografi, drama

Sutradara       : Martin Scorsese

Produser         : Warner Bros, Miramax

Aktor               : Leonardo DiCaprio, Cate Blanchett, Kate Beckinsale

Rilis                 : 25 Desember 2004 (USA)

Distributor     : Miramax (2004, USA)

Durasi             : 2 jam 50 menit


Sumber data tulisan:

1Informasi film selengkapnya sanggup dilihat di http://www.imdb.com/title/tt0338751/

Featured Image Credit: www.youtube.com

Let others know the importance of mental health !

Mommy : Kita Akan Selalu Saling Mengasihi Kan?

Tidak ada satupun ibu di dunia ini yang berdiri tidur tanpa menyayangi anaknya – Diane

Tentu kita semua pernah mendengar mengenai “kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah”. Pepatah itu memperlihatkan sosok ibu akan terus menyayangi putra-putrinya bagaimanapun keadaannya. Begitu pula pada Diane (diperankan oleh Anne Dorval) yang merupakan orangtua tunggal dari Steve (diperankan oleh Antoine Olivier Pilon), seorang anak dengan ADHD (attention deficit hyperactivityisorder). ADHD sanggup dideskripsikan kondisi dimana seorang individu mempunyai kecenderungan untuk mengalami gangguan pada pemusatan perhatian, kontrol diri dan kebutuhan untuk selalu mencari stimulasi1. Berdasarkan penelitian, saat seorang anak mempunyai gangguan ADHD, maka besar kemungkinan hal tersebut diturunkan secara biologis2

Memulai Hidup Baru Bersama

Diane dan Steve hanya hidup dengan saling mempunyai satu sama lain. Ayah Steve telah meninggal dunia sehingga Diane membesarkan Steve seorang diri. Sebelumya, Steve bersekolah di sebuah asrama tetapi, Steve dikeluarkan alasannya yaitu dianggap sebagai anak yang sangat bandel dan susah diatur . Pertimbangan pengeluaran Steve juga dipengaruhi banyak sekali tindakannya menyerupai aben kantin sekolah hingga menimbulkan salah satu temannya terluka. Diane yang kala itu sedang mengalami dilema keuangan, mau tidak mau harus segera mendapat pekerjaan baru. Pada mulanya, pihak sekolah Steve menyarankan Diane untuk menyerahkan perawatan Stave kepada pemerintah biar sanggup dirawat di rumah sakit khusus memakai alasan kesulitan ekonomi. Diane dengan tegas menolak anjuran itu. Dia merasa bahwa apabila undang-undang itu justru akan mempunyai dampak jelek bagi masa depan Steve.

Kalung Untuk Ibu

Diane yang pada mulanya bekerja sebagai seorang jurnalis tetapi, alasannya yaitu suatu alasan, beliau dipecat. Diane sadar bahwa tidaklah gampang untuk bekerja dan menjaga Steve pada waktu yang bersamaan. Ditengah kondisi tertekan, Steve berusaha untuk selalu menjaga ibunya. Dia berjanji untuk berusaha mengontrol dirinya dan memperlihatkan kalung dengan bandul bertuliskan “mommy” untuk menghibur Diane. Diane yang curiga asal mula kalung itu dengan tidak sengaja menuduh Steve mencuri. Kondisi Steve yang kesulitan mengontrol emosi tentu saja menjadikan situasi yang makin keruh. Dia mendorong Diane ke dinding dan mencekiknya.

Mendapat Pekerjaan

Diane yang bukan seorang sarjana mempunyai kesulitan untuk medapatkan pekerjaan dengan honor yang bagus. Akhirnya beliau menjadi seorang cleaning sevice panggilan dan menjadi penerjemah lepas. Diane berusaha untuk terus mengusahakan biaya bagi anaknya. Seorang anak harus mempunyai masa depan yang lebih baik daripada orang tuanya. Begitulah pikiran semua orang tua, tidak terkecuali bagi Diane. Walaupun Steve berbeda dengan belum dewasa pada umumnya, Diane ingin anaknya mempunyai masa depan yang cerah. Dia merasa bahwa Steve mempunyai talenta seni dan hendak menyekolahkannya di salah satu sekolah seni di kota mereka.

Pengorbanan Seorang Ibu

Ibu mempunyai cinta yang suci, alasannya yaitu tidak memandang apapun untuk menyayangi seorang anak. Sosok ibu akan rela melaksanakan apapun untuk memenuhi kebutuhan anaknya. Walaupun usaha untuk mendidik dan membesarkan anak dengan kebutuhan khusus bukan kasus mudah, Diane tetap gembira mempunyai Steve. Dia tidak akan memperdulikan perkataan banyak sekali pihak yang memperlihatkan label negatif pada buah hatinya.

Ada banyak pelajaran yang sanggup dipetik dari cerita Diane dan Steve. Salah satunya yaitu bahwa ibu akan melaksanakan apapun untuk kebahagiaan anaknya. Tidak peduli berkali-kali anak menyakiti, ibu terus memperlihatkan maaf tulusnya. Nah, apakah kalian sudah mengungkapkan cinta dan sayang kalian pada ibu?

 

Identitas Film

Durasi : 2 jam 19 menit

Tahun Rilis : 2014

Sutradara : Xavier Dolan

Aktor/aktris : Anne Dorval, Antoine Olivier Pilon, Suzanne Clément

Produksi : Metafilms


Sumber Data Tulisan

[1] Sumber kajian dari penelitian oleh Diana Rusmawati dan Endah K Dewi pada tahun 2011 mengenai Pengaruh Terapi Musik Terhadap Penurunan Kesulitan Perilaku Siswa Dengan Gangguan ADHD. Diterbitkan dalam jurnal Psikologi UNDIP Vol 9 No 1

[2] Sumber kajian dari penelitian oleh Erlina L Widuri mengenai Kepribadian Big Five Dan Strategi Regulasi Emosi Ibu Anak ADHD yang diterbitkan oleh Jurnal Humanitas Vol VII pada tahun 2010

Ulasan lain sanggup dibaca di https://en.wikipedia.org/wiki/Mommy_(2014_film)

 

Featured Image Credit: http://www.impawards.com/intl/misc/2014/mommy.html

 

Let others know the importance of mental health !

Republik Twitter: Dunia Aktual Vs Dunia Maya

“Dasar, generasi menunduk. Coba lo lihat aja kelakuan mereka, semuanya menunduk aja.”

-Andre

Judul: Republik Twitter

Pemain: Abimana Aryasatya, Laura Basuki, Ben Kasyafani, Enzy Storia

Genre: Drama

Sutradara: Kuntz Agus

Tanggal Rilis: 2012

Durasi : 90 menit

Distributor: Amalina Pictures-RupaKata Cinema

Tidak bisa dipungkiri, ketika ini sosial media telah menjadi belahan hidup kita. Setiap detik yang kita lalui, selalu berafiliasi dengan sosial media. Sekedar menulis status, berinteraksi dengan sobat lama, ataupun berkomentar. Namun, terkadang ada sebagian orang yang menyalahgunakan sosial media tersebut.

Film Republik Twitter mengisahkan wacana Sukmo (Abimana Aryasatya), seorang mahasiswa semester tamat sekaligus hacker asal Yogyakarta dan Andre (Ben Kasyafani), sahabatnya yang berasal dari Jakarta. Mereka berdua mempunyai kepribadian yang berbeda. Sukmo sangat suka bermain media sosial, khususnya Twitter. Sementara Andre anti dengan media umum walau Nadya (Enzy Storia), sang pacar, sangat suka bermain Twitter.

Berawal dari Twitter, Sukmo berkenalan dengan Hanum (Laura Basuki), seorang wartawan pemeriksaan junior. Keduanya menjadi sering berinteraksi di dunia maya hingga Sukmo nekat memutuskan untuk pergi ke Jakarta, sekedar memenuhi komitmennya dengan Hanum. Sukmo pun memaksa Andre, sahabatnya, untuk menumpang di mobilnya menuju Jakarta sekaligus menginap di rumahnya.

Sesampainya di Jakarta, ketika kopi darat dengan Hanum, Sukmo justru bergegas keluar dari kafe tersebut alasannya yaitu merasa mempunyai status sosial yang jauh berbeda. Semenjak itu pula Sukmo merasa minder dan tidak ingin bertemu lagi dengan Hanum. Di tengah kesedihannya tersebut, Sukmo ditawari suatu pekerjaan dari orang yang dikenalnya di Twitter. Pekerjaan tersebut menuntutnya menciptakan testimoni positif terhadap seseorang demi mengejar trending topic yang bertujuan mengakibatkan orang tersebut menjadi calon gubernur ibu kota. Berkat pekerjaan Sukmo itulah Hanum mengurungkan niat mundur menjadi wartawan dan bisa menciptakan artikel yang diapresiasi positif oleh semua karyawan sekaligus bos di kantornya. Walau menjadi bumerang bagi Sukmo dan orang-orang yang bekerja di kantornya tersebut.

Sejatinya media umum mempunyai banyak bentuk sesuai dengan tujuannya, ibarat untuk blogging mini, jejaring sosial, situs berbagi, forum, serta social bookmarking. Twitter sendiri termasuk ke dalam blogging mini alasannya yaitu membatasi tweet hanya 140 karakter1. Dalam film ini, ada dua fokus yang berkaitan dengan media sosial, khususnya Twitter. Pertama kekerabatan antara Ben dengan Nadya dan Sukmo dengan Hanum. Pada kasus Ben dan Nadya, mereka sempat mengalami konflik alasannya yaitu Nadya sering sekali sibuk dengan ponselnya, bermain Twitter. Beberapa psikolog pun menyampaikan bahwa media umum sering menjadi pemicu rusaknya kekerabatan romantis seseorang alasannya yaitu terlalu asik bermain media sosial2. Walau media umum juga menciptakan seseorang mempunyai kenalan gres hingga menjalin kekerabatan romantis, ibarat Sukmo dan Hanum.

Kedua, selain memengaruhi kekerabatan romantis, film itu pun menceritakan wacana personal branding yang dibuat melalui media sosial. Beberapa kalangan, ibarat selebritis dan politisi bahkan memakai pihak ketiga untuk membangun personal branding tersebut3. Di film tersebut juga dijabarkan pekerjaan Sukmo dan teman-temannya yang menciptakan akun palsu untuk branding seorang pengusaha. Agar pengusaha itu eksis dan menerima pemberian dari banyak sekali pihak untuk melaju di dingklik calon gubernur ibukota. Selain itu, berdasarkan kajian yang pernah dilakukan oleh Erik Qualman mengungkapkan bahwa salah satu dampak dari media umum yaitu Braggadocian behavior. Tipe yang ibarat akan sering sekali update status atau tweet untuk memberitahukan apa yang sedang mereka lakukan atau gres saja mereka dapatkan supaya dianggap eksis4.

Secara umum, film Republik Twitter ini menggambarkan imbas media umum yang tidak hanya berdampak pada kekerabatan interpersonal, tetapi juga media untuk  eksistensi diri. Sebab setiap orang mempunyai tujuan masing-masing dalam memakai suatu media. Dengan demikian kembali lagi ke pengguna tersebut akan memakai media umum itu sebagai ajang kebaikan atau sekadar mencari eksistensi diri.


Sumber Data Tulisan (sertaan daftar pustaka atau footnote)

1Zarrella, Dan. 2010. The Social Media Marketing Book. Sebastopol: O’Reilly Media, Inc.

2Amalia, Ellavie Ichlasa. 2016. Media Sosial Punya Dampak Buruk pada Hubungan Romantis. Diakses pada tanggal 29 Oktober 2016 dari Metro News.com: http://teknologi.metrotvnews.com/read/2016/02/01/477839/media-sosial-punya-dampak-buruk-pada-hubungan-romantis

3Septriadi, Dicky. 2012. Analisis Proses Pembentukan Personal Brand Melalui Social Media (Studi Kasus Proses Pembentukan Personal Brand Chappy Hakim dan Yunarto Wijaya melalui Twitter). Tesis.

4Nurudin. 2013. Media Sosial Baru dan Munculnya Revolusi Proses Komunikasi. Jurnal Komunikator UMY, 5, 2, 127-142.

Image Featured Credit: http://www.indonesianfilmcenter.com

 

Let others know the importance of mental health !

Disconnect: Mengungkap Sisi Gelap Media Sosial

Semua yang kau lakukan (di media sosial), semua orang juga akan sanggup melihatnya

– Mike Dixon (Diperankan oleh Frank Gillo)

Sutradara         : Henry Alex Rubin

Aktor               : Jason Bateman, Hope Davis, Frank Grillo

Tahun rilis       : 2012

Produksi          : LD Entertainment

Durasi              : 115 menit

Pada zaman modern ibarat ini, lebih banyak didominasi masyarakat sudah bersahabat dengan media sosial. Bahkan sudah banyak bermunculan banyak sekali media umum yang menjadi ”jembatan” untuk saling berkomunikasi tanpa terhalang jarak. Dengan segala kecanggihan internet, tentu mempunyai sisi gelap. Fenomena inilah yang lalu diangkat sebagai sebuah film dengan judul Disconnect. Alur kisah yang berlatar kehidupan sehari-hari ini menimbulkan film ini gampang untuk diikuti walaupun terdapat 3 kisah berbeda didalamnya. Apa saja konflik-konflik yang terjadi dalam film ini?

Bullying menggunakan akun palsu

Pernah mengetahui atau bahkan menciptakan akun palsu untuk “iseng” dengan orang lain? Kisah ini mengenai 2 orang siswa berjulukan Jason dan Frye yang menciptakan akun Facebook dengan nama Jessica Rhony. Mereka berencana untuk mengganggu seorang siswa berjulukan Ben. Tindakan iseng ini hanya dilakukan untuk mengerjai Ben alasannya yakni mereka anggap sebagai anak yang aneh.

Awalnya kejahilan tersebut hanya sebatas melaksanakan chat saja, namun situasi usang kelamaan menjadi tidak terkendali. Mereka mengirimkan gambar tidak senonoh, dan menarik hati Ben untuk membalas dengan foto telanjangnya. Sayangnya, Ben menuruti kemauan dari akun berjulukan Jessica Rhony itu.

Keesokan hari, semua siswa di sekolah itu mendapat pesan berantai. Tidak butuh waktu usang Ben mengetahui bahwa fotonya telah disebar dan hujatan ia dapatkan. Tentu saja muncul perasaan aib dan tertekan, sampai kesannya ia menentukan untuk menggantung diri. Usaha bunuh diri itu berhasil digagalkan dan Ben pun dilarikan ke rumah sakit. Jason dan Frye yang mengetahui kabar itu, merasa sangat menyesal namun tidak mempunyai keberanian untuk mengakui pada orangtua Ben.

Peretasan data pribadi

Kisah kedua ini dialami oleh pasangan suami istri, yaitu Derek dan Cindy Hull. Keluarga mereka sedang mengalami perasaan sedih yang diakibatkan janjkematian anak satu-satunya. Kejadian itu menimbulkan kekerabatan keduanya merenggang. Derek menjadi sesosok suami yang Cindy anggap sebagai lelaki yang hambar serta tidak mempedulikan istrinya lagi. Derek pun sering tidak pulang ke rumah dengan dalih mempunyai pekerjaan di luar kota. Walaupun ternyata ia menghabiskan waktunya untuk berjudi online.

Cindy merasa sangat kesepian. Kemudian ia bergabung pada sebuah layanan chatting yang bertujuan untuk memberi dukungan antar penggunanya. Cindy sudah menaruh dogma yang tinggi pada pengguna yang selama ini menemaninya chatting sampai tidak sungkan untuk menceritakan segala permasalahan yang dialami.

Derek yang hendak membayar taruhan dengan kartu ATM mencicipi kejanggalan dikala saldo menjadi nol. Pihak bank menelepon Cindy untuk melunasi tagihan-tagihan yang memakai atas nama rekenening mereka. Derek dan Cindy berusaha menyidik perkara ini dengan sumbangan Mike Dixon. Mike Dixon yakni ayah dari Jason pada kisah sebelumnya.

Mike Dixon mengungkapkan bahwa peretasan ini terjadi dari web yang Cindy kanal untuk “curhat” tersebut. Mike menunjukkan salinan seluruh chat yang selama ini Cindy lakukan. Akhirnya Derek sadar bahwa ternyata tidak hanya dirinya saja yang berduka, bahkan Cindy pun membutuhkannya untuk tetap semangat dalam menjalani kehidupan.

Bisnis ilegal

Nina Dunham diceritakan sebagai salah seorang reporter. Dia berusaha mengungkap jaringan prostitusi online dengan cara mendekati pelakunya, yaitu Kyle. Kyle merupakan dewasa putra yang dipekerjakan untuk bisnis ilegal tersebut.

Nina bertahap mendapat dogma dari Kyle sampai kesannya bersedia untuk diwawancarai. Berita ini menjadi viral di media massa. Pihak FBI pun meminta Nina untuk bekerja sama alasannya yakni gosip yang ia liput tersebut merupakan sasaran operasi mereka.

Di sisi lain, Kyle mulai mempertimbangkan mengenai masa depannya. Dia mulai bimbang apakah hendak melarikan diri atau tetap menghasilkan uang dari pekerjaan ilegalnya itu. Nina membujuk supaya sanggup menunjukkan alamat daerah jaringan itu bermarkas. Kyle akhinya bersedia menunjukkan informasi sesudah adanya iming-iming proteksi dari Nina.

Nah, itulah beberapa insiden yang tidak tidak mungkin terjadi secara nyata. Walaupun anda berinteraksi di dunia maya, bukan berarti sanggup terhindar dari sisi negatif yang sanggup sewaktu-waktu mengancam para penggunanya. Bertindak bijaklah dalam memanfaatkan media sosial. Akunmu yakni harimaumu.


Sumber Data Tulisan

Cover film: http://www.imdb.com/title/tt1433811/mediaviewer/rm3105334016

 

Let others know the importance of mental health !

Socialphobia : Mulutmu, Harimaumu!

“Pikir sebelum kau mengetik. Hentikan cyber bullying”

Anda niscaya sudah tidak ajaib lagi dengan social media. Sebagian besar diantara Anda niscaya mempunyai akun social media. Tak jarang netizen, para pengguna dunia maya, menuliskan hal-hal yang terlintas dalam pikiran ketika itu maupun komentar-komentar mengenai suatu peristiwa. Namun, sebaiknya Anda lebih berhati-hati dalam memperlihatkan komentar atau pendapat, terutama jikalau hal tersebut bersifat negatif. Film Socialphobia (2015) merupakan salah satu film yang sanggup Anda tonton untuk lebih mengetahui lebih lanjut perihal cyber bullying, atau penghinaan lewat dunia maya, akhir komentar negatif yang dilontarkan di social media.

Film ini berawal dari beredarnya informasi mengenai seorang tentara yang meninggal.  Hal ini memunculkan bermacam-macam komentar dari netizen, salah satunya komentar negatif dari akun Twitter berjulukan Re Na. Komentar negatif tersebut mengakibatkan Yong Min dan Ji Woong yang sedang mempersiapkan diri menghadapi ujian untuk menjadi anggota polisi menjadi marah. Mereka membalas komentar negatif Re Na tersebut dengan nada bahaya dan kata-kata yang agresif di Twitter untuk Re Na.

Re Na terus menciptakan tweet berisi komentar negatif mengenai maut tentara tersebut walaupun banyak orang yang sudah kesal dengannya. Ia bahkan menantang para netizen yang mem-bully-nya di Twitter. Banyak sekali netizen yang jadinya posting informasi pribadi mengenai akun berjulukan Re Na. Hal ini mengakibatkan Re Na berada pada trending topic di hampir semua situs internet.

Setelah mengetahui informasi pribadi milik Re Na (berupa nama aslinya, yaitu Min Ha Young dan alamatnya), Yong Min, Ji Woong, dan beberapa temannya bergegas mengunjungi kawasan tinggalnya. Kunjungan ini disiarkan secara pribadi di internet oleh salah seorang diantara mereka. Hal ini tentu saja mengakibatkan netizen banyak memperlihatkan komentar. Mengejutkan, ketika mereka membuka kamar Re Na, ternyata mereka melihat seorang perempuan gantung diri. Kemudian, Ji Wong meminta Yong Min untuk menelepon 911, namun bukannya menelepon, Yong Min malah sibuk membuka Twitter-nya dengan alasan ia harus menghapus tweet yang sebelumnya telah ia posting. Alasan ini menciptakan semua temannya menjadi kaget dan pribadi membuka HP masing-masing untuk melaksanakan hal yang sama. Sedangkan Ji Woong terlihat gundah dengan tingkah laris teman-temannya. Akan tetapi, tiba-tiba terdengar suara mesin basuh dari kamar tersebut dan tak usang kemudian polisi tiba ke kawasan tersebut (karena insiden itu masih mereka siarkan di internet). Polisi menduga bahwa kejadian ini merupakan kasus bunuh diri akhir bahaya dan ajukan melalui internet.

Ketika mereka memutar kembali tayangan kejadian tersebut, Yong Min mengungkapkan bahwa terdapat suatu hal yang janggal, yaitu mengapa ada suara mesin basuh jikalau ia hendak bunuh diri, apakah ia mencuci terlebih dahulu sebelum bunuh diri? Hal ini menciptakan Yong Min menjadi ragu kalau Re Na itu bunuh diri. Yong Min meyakinkan Ji Woong bahwa ada kemungkinan Re Na itu dibunuh, bukan bunuh diri, sehingga mereka harus menemukan pembunuhnya semoga sanggup lulus menjadi anggota kepolisian bahkan tanpa melalui tes.

Di internet, tersiar kabar bahwa Ji Woong merupakan pembunuh Re Na beserta banyak komentar negatif netizen terhadap dirinya. Hal ini menciptakan Ji Woong semakin bersemangat ketika diajak oleh Yong Min untuk menemukan pembunuhnya (demi membersihkan nama baiknya). Mereka tetapkan untuk kembali mendatangi kawasan tinggal Re Na dan disiarkan secara live di internet, sehingga memicu komentar dari netizen. Ketika mereka sedang melaksanakan penyelidikan, mereka mendapat informasi gres bahwa Jang Se Min diduga sebagai pelaku pembunuhan ini. Mereka pribadi menyebarkannya di internet dan menciptakan lembaga online semoga mereka sanggup menciptakan petisi kepada polisi mengenai Jang Se Min.

Namun, Jang Se Min memberitahukan bahwa dirinya tidak bersalah dan mereka seharusnya mencari Dodori. Jang mengatakan  bahwa Twitter Re Na di-hack oleh Dodori. Penyelidikan ini pun terus berlanjut sampai jadinya mereka mengetahui bahwa Yong Min merupakan nama orisinil dibalik akun Dodori.

Mulutmu, Harimaumu!

Cyber bullying atau bullying melalui dunia maya merujuk pada penggunaan teknologi digital dengan tujuan untuk menyakiti atau menghancurkan orang lain.1Bullying ini lebih cepat menyebar alasannya yakni adanya jaringan internet, sehingga banyak orang sanggup membaca dan turut bereaksi terhadap suatu komentar negatif seseorang. Cyber bullying seringkali dihubungkan dengan stres. Pada korbannya, seringkali cyber bullying ini lebih meningkatkan kemungkinan untuk bunuh diri daripada traditional bullying (bully di dunia nyata).1

Maka dari itu, ada baiknya jikalau Anda berpikir dua kali sebelum mengutarakan komentar negatif mengenai suatu kejadian maupun individu tertentu. Mungkin mengutarakan pendapat negatif di media umum lebih nyaman alasannya yakni Anda sanggup memakai nama akun samaran. Namun, reaksi netizen mungkin saja di luar dugaan Anda, bukan? Anda tentu boleh mengutarakan pendapat positif maupun negatif, namun pemilihan kata harus diperhatikan semoga tidak menyinggung perasaan orang lain dan jadinya menjadikan permasalahan gres bagi diri sendiri, setuju?


Informasi Film2

Judul               : Socialphobia

Genre              : Drama

Sutradara         : Seok Jae Hong

Produser          : Hanuel Hong

Aktor               : Yo Han Byeon, Lee Ju Seung

Rilis                 : 12 Maret 2015

Distributor       : CJ Entertainment

Durasi              : 100 menit

 

Sumber Data Tulisan

1Cyberbullying, lebih lanjut sanggup ditinjau dalam artikel https://www.psychologytoday.com/blog/compulsive-acts/201501/cyberbullying

2Informasi film, http://www.imdb.com/title/tt4203200/

 Featured Image Credit: asianwiki.com

Let others know the importance of mental health !